Pages

Selasa, 28 Februari 2012

Tanggal Istimewa 29 Februari

            
           Hari ini, Rabu (29/2/2012), merupakan hari istimewa dalam penanggalan Masehi. Keistimewaan itu terletak pada tanggalnya, 29 Februari. Tanggal ini hanya muncul satu kali dalam rentang empat tahun atau delapan tahun. Ini menandakan tahun 2012 adalah tahun kabisat. 
Cikal bakal kalender Masehi yang digunakan saat ini berasal dari kalender Julian yang diperkenalkan sejak masa Julius Caesar pada tahun 46 sebelum Masehi atas bantuan astronom asal Aleksandria, Sosigenes.
            Dalam kalender Julian, satu tahun didefinsikan sebagai waktu yang diperlukan Bumi untuk mengelilingi Matahari, yaitu selama 365,25 hari. Karena sulit dan tidak praktis mengubah tahun pada seperempat hari, maka satu tahun dibulatkan menjadi 365 hari.
”Tahun yang memiliki jumlah 365 hari disebut tahun basit atau tahun pendek,” kata ahli kalender dari Program Studi Astronomi, Institut Teknologi Bandung, Moedji Raharto, Selasa (28/2).
Sisa 0,25 hari digabung menjadi satu hari penuh yang ditambahkan pada Februari tahun keempat. Itulah sebabnya Februari yang biasanya hanya memiliki 28 hari setiap empat tahun menjadi 29 hari.
Penambahan satu hari pada tahun keempat inilah yang kemudian membuat setiap angka tahun yang habis dibagi empat disebut tahun kabisat atau tahun panjang karena memiliki 366 hari.

Tidak tepat
          Ternyata waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari tidak tepat 365,25 hari atau 365 hari 6 jam seperti yang ditetapkan dalam kalender Julian. Waktu yang tepat adalah 365,242199 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik.
”Astronom pada masa itu belum bisa menentukan waktu revolusi Bumi hingga detail,” ujar Moedji.
Waktu Bumi mengelilingi Matahari ini didasarkan atas waktu yang ditempuh Matahari seolah-olah mengelilingi Bumi dari titik Aries hingga kembali ke titik Aries lagi. Ini disebut sebagai satu tahun tropis.
Matahari berada di titik Aries ditetapkan terjadi pada 21 Maret. Tanggal ini menjadi tanda datangnya musim semi di belahan Bumi utara atau tibanya musim gugur di belahan Bumi selatan.
Penghitungan yang tidak tepat ini membuat setiap satu tahun terjadi kekurangan 11 menit 14 detik. Dalam jangka pendek, kekurangan ini tidak menimbulkan masalah pada kalender yang digunakan. Namun, jika kalender digunakan hingga ribuan tahun, kekurangan ini menjadi sangat terasa.
Dalam 1.000 tahun, hari bergerak 7,8 hari lebih cepat dibandingkan semestinya. Ini ditandai dengan lebih cepatnya Matahari tiba di titik Aries dari hasil penghitungan dibandingkan kondisi sebenarnya.
Hal lain yang dirasakan akibat ketidaktepatan ini adalah musim semi yang datang lebih awal dari 21 Maret sesuai ketetapan.
          Majunya waktu ini juga memengaruhi berbagai kegiatan keagamaan yang tidak tepat, seperti dalam penentuan hari raya keagamaan yang memiliki aturan khusus. Ini sangat bertentangan dengan tujuan dibuatnya kalender, yaitu untuk menentukan waktu dilaksanakannya berbagai kegiatan keagamaan dan penanda musim.

Reformasi
          Kondisi ini membuat Paus Gregorius XIII pada 1582 Masehi membarui kalender Julian. Ketentuan tahun kabisat tidak hanya angka tahun yang habis dibagi 4, tetapi juga harus habis dibagi 400 untuk tahun abad (tahun yang merupakan kelipatan angka 100).
Ini membuat tahun 1800 atau 1900 yang dalam kalender Julian disebut tahun kabisat setelah ketentuan baru ini tidak lagi disebut tahun kabisat. Namun, tahun 1600 dan 2000 masih disebut tahun kabisat.
Ini akan membuat orang yang lahir pada 29 Februari, perayaan ulang tahunnya tidak hanya akan jatuh tepat empat tahun sekali, tetapi bisa juga delapan tahun sekali, seperti antara 29 Februari 2096 dan 29 Februari 2104. Hal ini karena tahun 2100 bukan tahun kabisat.
         Reformasi ini berhasil mengurangi kesalahan penghitungan kumulatif hari. ”Jika dalam kalender Julian terjadi kesalahan 78 hari dalam 10.000 tahun, setelah direformasi kesalahannya tinggal 3 hari dalam 10.000 tahun,” ungkap Moedji.
Selain mengeluarkan aturan baru tahun kabisat, Paus Gregorius XIII juga memotong 10 hari pada Oktober 1582. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kalender agar bersesuaian kembali dengan musim yang terjadi.
         Pemotongan ini membuat tanggal 4 Oktober 1582 langsung dilanjutkan dengan tanggal 15 Oktober 1582. Artinya, dalam sejarah kalender Masehi, tidak pernah ada tanggal 5 Oktober sampai 14 Oktober 1582.
        Penghapusan ini mirip dengan yang dilakukan Pemerintah Samoa dan Tokelau di Pasifik Selatan yang menghapus tanggal 30 Desember 2011 untuk menyesuaikan dengan waktu di Selandia Baru dan Australia. Penghapusan ini membuat 29 Desember di negara itu langsung dilanjutkan dengan tanggal 31 Desember 2011.
        Pembaruan yang dilakukan Paus Gregorius XIII ini membuat sistem penanggalan ini dinamakan kalender Gregorian. Meski demikian, sistem ini tidak langsung diterapkan di semua negara. Rusia, China, Yunani, ataupun Turki baru mengakomodasi kalander ini pada awal abad ke-20.

Belum pas
       Meski sudah dikoreksi, kalender Gregorian masih mengandung salah, yaitu tiga hari dalam 10.000 tahun. Kesalahan ini terjadi karena dalam satu tahun kalender Gregorian jumlah harinya masih 365,2425 hari. Ini berbeda sedikit dengan waktu dalam satu tahun tropis yang mencapai 365,242199 hari.
      Ketidaktepatan ini disebabkan adanya gerak presesi atau gerak sumbu rotasi Bumi sembari mengelilingi Matahari. Gerak presesi membuat posisi titik Aries bergeser 50,2 detik busur per tahun ke arah barat dari koordinat langit.
”Untuk membuat kalender dengan jumlah hari yang tepat dengan satu tahun tropis tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, baik dari sisi kepraktisan kalender untuk digunakan maupun idealisme sistem kalender itu sendiri,” kata Moedji.

Selasa, 07 Februari 2012

"Supersix" Raih Gelar Supporter Terbaik

            Setelah berhasil melalui beberapa pertandingan dan melaju mulus ke babak selanjutnya, Langkah Tim Basket Putra SMAN 6 Bogor di ajang DBL kota Bogor akhirnya terhenti di babak semifinal. Tim Basket SMAN 6 Bogor kalah dengan skor 83-94 oleh Tim Basket SMAN 2 Bogor.
            Meskipun Supersix (sebutan supporter SMAN 6 Bogor) kelihatan bersemangat dengan terus meneriakkan yel-yel hingga akhir pertandingan, Kekecewaan tetap tampak di raut wajah Supersix, Sixers (sebutan tim basket SMAN 6 Bogor) dan Sparkling (sebutan untuk Tim Modern Dance SMAN 6 Bogor). Padahal tinggal selangkah lagi Tim Basket Putra SMAN 6 Bogor dapat maju ke babak final dan bahkan menjadi juara. Namun, Ternyata Tuhan punya rencananya sendiri.
            Kekecewaan Supersix, Sixers dan Sparkling pada akhirnya sedikit terobati berkat dinobatkannya Supersix sebagai Pemenang Pertama Supporter Award pada ajang DBL kota Bogor tersebut. Dengan demikian, berarti Supersix berhasil mempertahankan Gelar Supporter Terbaik yang juga diraih pada perhelatan DBL kota Bogor tahun sebelumnya.

Sumber: @semau_6ue

           Selamat Kepada Supersix yang berhasil menjadi Pemenang Pertama Supporter Award DBL Bogor tahun 2012! Tetap Unik, Solid, Kreatif, dan Positif! 
Dan Juga,
Terimakasih Kepada Tim Basket Putra&Putri SMAN 6 Bogor yang telah memperjuangkan yang terbaik
           Terimakasih Kepada Sparkling yang telah mempersembahkan yang terbaik
SELAMAT!
           

Sabtu, 21 Januari 2012

NEW PERIOD

Assalamuálaikum :)
 Ini post pertama di tahun 2012. Selamat tahun baru!!!!!!!!!!!!! semoga Allah selalu melindungi dan meridhoi setiap langkah kita, amin.
Oiya, ini juga post pertama yg dibuat MPK Periode 2011/20112. Kami dilantik Senin, 26 Desember 2011 di lapangan rumput SMA Negeri 6 Bogor ketika upacara bendera. Tepat dihadapan semua warga SMA 6 kami mengikrarkan janji sesuai apa yg diucap kepala sekolah sebagai pemimpin upacara. Kami mulai aktif bekerja sejak 1 Desember 2011.
 Semoga setahun kedepan kami dapat menjadi lebih baik. Sarana mendekatkan antar warga SMA 6, menyampaikan kritik dan aspirasi dengan baik. Menjalankan amanah ini selama setahun yg akan data. Kami harap support dari semua teman-teman SuperSix. Bismillah...................:)

Kamis, 17 November 2011

Astronomi dan Bandara Antariksa

“To improve life here, To extend life to there, To find life beyond.”
-The NASA Vision-
Astronomi adalah salah satu disiplin ilmu yang terus berkembang akibat penemuan-penemuan baru yang berkaitan dengannya. Bila kita memperdalam astronomi, akan muncul dengan sendirinya rasa ingin tahu yang besar dalam diri kita, karena banyak pengetahuan yang belum terungkap dari pedalaman angkasa raya sana.

Walau begitu, isu astronomi saat ini tidak hanya sekedar mengagumi kebesaran ciptaan Tuhan, tetapi juga untuk lebih mengenal alam dan memperoleh kesejahteraan hidup. Hal ini dikarenakan seiring perkembangan astronomi, semakin berkembang pula ilmu alam lainnya.
Maka dari itu, adanya bandara antariksa tentu akan mendukung perkembangan dunia astronomi. Bandara antariksa adalah bandara standar internasional yang melayani wisata luar angkasa, yaitu perjalanan manusia ke luar atmosfer Bumi pada ketinggian minimal suborbital (100 km).

Bandara ini akan menyediakan fasilitas bandara yang berstandar internasional untuk wisata antariksa serta sarana edukasi sekaligus rekreasi mengenai astronomi. Bandara ini haruslah memiliki dampak seminimal mungkin terhadap lingkungan, menggunakan bahan dan teknik konstruksi lokal, serta menguntungkan masyarakat setempat secara pendidikan dan ekonomi.
Ruang bandara antariksa sama dengan bandara standar internasional, yaitu:
  • Kerb
    Tempat penumpang naik-turun dari kendaraan darat ke dalam bangunan terminal. Terbagi menjadi kerb untuk kedatangan manusia dari kendaraan darat ke bandara dan kerb untuk kepergian dari bandara ke kendaraan darat.
  • Terminal bandara (concourse)
    Pusat urusan penumpang yang datang atau pergi. Terminal bandara terbagi menjadi terminal keberangkatan dan terminal kedatangan.
    Terminal keberangkatan adalah terminal untuk keberangkatan manusia dari bandara ke pesawat. Di terminal keberangkatan terdapat: sirkulasi dan ruang tunggu; fasilitas umum: retail, toilet, mushala; fasilitas tiket dan pelayanan lainnya; dan fasilitas check-in untuk manusia dan barang.
    Sedangkan terminal kedatangan adalah terminal kedatangan manusia dari pesawat ke bandara.
  • Landas pacu (runway) dan Apron
    Landas pacu merupakan tempat pesawat lepas landas dan mendarat. Panjang, lebar, jumlah, dan perkerasan landas pacu tergantung dari jenis dan banyaknya pesawat yang dilayani dalam suatu bandara. Sedangkan apron ialah tempat parkir pesawat yang dekat dengan bangunan terminal. Konstruksi apron umumnya beton bertulang, karena memikul beban besar yang statis dari pesawat.
  • Parkir kendaraan
    Untuk parkir para penumpang dan pengantar/penjemput, termasuk taksi.
  • Area pengurusan barang
  • Lounge keberangkatan
    Di lounge keberangkatan ini ada Airside Corridor, yaitu tempat transisi dari penumpang ke pesawat dengan menggunakan satu atau beberapa passanger boarding devices, yaitu loading bridges, stairs, dan transporters.
  • Area service
    Berupa fasilitas publik (tak berbayar) dan fasilitas nonpublik (berbayar dan/atau hanya untuk pegawai).
  • Taxi way
    Penghubung antara apron dengan landas pacu.
  • Air traffic controller
    Menara khusus pemantau yang dilengkapi radio control dan radar untuk keamanan dan pengaturan pesawat.
  • Unit penanggulangan kecelakaan (air rescue service)
    Peleton penolong dan pemadam kebakaran, mobil pemadam kebakaran, tabung pemadam kebakaran, ambulans, dan pendukung lainnya.
  • Fuel service
    Untuk mengisi bahan bakar avtur.
Sedangkan ruang tambahannya antara lain:
  • Galeri
    Tempat pameran berbagai macam benda, gambar, maupun foto.
  • Teater
    Semacam bioskop kecil tempat pemutaran video.
  • Workshop
    Tempat wahana-wahana yang lebih interaktif.
  • Perpustakaan
    Pusat informasi yang lebih lengkap terkait tema museum tersebut.
  • Ruang kantor
  • Lobi
  • Cafe
  • Toko suvenir dan buku
Kegiatan utama yang akan di tampung oleh bandara ini adalah pemesanan/pengambilan tiket, pemeriksaan (keamanan/barang-barang, tiket, fisik, dll), dan menunggu keberangkatan. Untuk itu, perlu adanya penekanan pada kualitas ruangan di bandara, seperti: orientasi yang jelas, aksesibilitas dan cara penggunaan yang mudah, dan prinsip aman-nyaman-selamat selama berada di ruangan.

Mungkin untuk saat ini pengguna bandara ini hanya pemerintah atau masyarakat kelas atas, serta jadwal penggunaannya masih insidental. Hal ini disebabkan oleh wisata antariksa merupakan jenis kegiatan yang baru dan mahal. Namun, perkembangan wisata antariksa dunia sedang melaju pesat.

Dengan segala keterbatasannya, industri wisata antariksa telah mencapai 1 miliar USD. Dalam 20 tahun, industri antariksa komersial akan meraup keuntungan 500 juta pertahun dengan mudahnya. Lebih jauh lagi, setiap tahun berjuta-juta orang Amerika mengunjungi tempat-tempat yang bertema antariksa, seperti museum, space camps, dan tempat peluncuran wahana antariksa.

Sebuah survai pernah dilakukan kepada beberapa keluarga di akhir tahun 90-an, hasilnya terindikasi bahwa 1 dari 3 orang Amerika memiliki minat untuk berwisata antariksa, dengan 7.5% dari mereka bersedia membayar lebih dari 100,000 USD. Sedangkan survai di Eropa dan Jepang menunjukkan bahwa lebih dari sejuta orang akan bewisata antariksa bila biayanya berkisar 10,000 USD.

Dan saat ini, sudah ada sekitar 430 orang yang telah memesan tiket sebesar 200,000 USD untuk melakukan wisata antariksa. Harga semahal itu saja tidak mengurangi keinginan untuk menjelajah antariksa, apalagi lima tahun mendatang yang diperkirakan harga tiket menurun drastis menjadi 15,000 USD saja.


sumber : http://rezaprimawanhudrita.wordpress.com/2011/10/15/tentang-astronomi-dan-bandara-antariksa/

Senin, 07 November 2011

Pencerahan dari Segelas Lemon Tea




Lemon Tea

Ada sebuah cerita, di sebuah kafe ada sepasang muda-mudi yang sedang bertengkar, mereka saling tidak mau mengalah, dengan marah pria muda ini meninggalkan kafe, meninggalkan pacarnya menangis sendirian di kafe.
Gadis ini dengan marah mengaduk segelas lemon tea dingin dihadapannya, melampiaskan kemarahannya dengan sendok menusuk lemon yang berada dalam gelas, lemon terlepas dari kulitnya, dan teh didalam gelas menjadi pahit karena kulit lemon tersebut telah hancur.
Gadis ini memanggil pelayan, mengganti segelas lemon tea yang lemonnya tanpa kulit.
Pelayan ini memandang gadis ini sebentar, tanpa mengatakan apapun, mengambil pergi gelas lemon tea yang tehnya sudah sangat keruh, mengantar kembali segelas lemon tea, tetapi lemonnya tetap ada kulit.
Gadis ini yang memang suasana hatinya sudah buruk semakin kesal  menegur pelayan tersebut, “Saya sudah meminta lemon tanpa kulit, apakah engkau tidak mengerti maksud saya?”
Pelayan ini menatap gadis ini, matanya jelas dan terang, “Nona, jangan khawatir” dia berkata, “apakah engkau tahu? Kulit lemon setelah terendam teh,  rasa pahitnya setelah terlarut didalam teh,  rasanya akan menjadi manis dan segar, itu adalah keadaan yang engkau butuhkan saat ini. Oleh sebab itu jangan tergesa-gesa, jangan berpikir dalam 3 menit memeras semua rasa lemon tersebut, akan membuat teh menjadi keruh dan terasa pahit dan berantakan.”
Gadis ini membeku sejenak, dalam hatinya merasanya tersentuh, dia menatap mata pelayan tersebut dan bertanya, “Jadi, memerlukan waktu berapa lama untuk membuat rasa lemon ini mengeluarkan rasa yang maksimal?.”
 Pelayan ini dengan tersenyum berkata, “12 jam, 12 jam kemudian esensi kehidupan lemon tersebut akan terilis, maka anda akan mendapatkan segelas lemon tea yang ekstrim lezat, tetapi engkau harus mempunyai kesabaran menunggu selama 12 jam.”
Pelayan ini terdiam sesaat, lalu melanyutkan berkata, “sebenarnya bukan hanya menyeduh teh, semua kesulitan dalam hidup ini, asalkan engkau mempunyai kesabaran menunggu selama 12 jam, maka anda akan menyadari bahwa, masalahnya tidak serumit yang engkau bayangkan.”
Gadis ini menatap pelayan ini berkata, “Apakah ada anda menyarankan saya melakukannya?”
Pelayan ini dengan tertawa berkata, “Saya hanya mengajari anda menyeduh lemon tea, serta sekalian mengobrol dengan anda, apakah dengan cara menyeduh lemon tea ini juga dapat dipergunakan dalam menghadapi masalah dalam kehidupan ini?, sehingga dapat menciptakan sebuah kehidupan yang harmonis.”
Pelayan ini sambil membungkuk, meninggalkan tempat itu.
Gadis ini memandang ke gelas lemon tea tersebut sambil dengan tenang berpikir.
Setelah gadis ini pulang kerumahnya dia menyeduh segelas teh, memotong lemon menjadi lembaran tipis dan bulat, dimasukkan kedalam teh.
Gadis ini dengan diam-diam mengamati lembaran lemon, kelihatannya mereka seperti bernafas, setiap sel didalam tubuh mereka terbuka, ada tetesan kristal halus air terkondensasi, dia tersentuh, dia merasa tubuh dan jiwa lemon perlahan menjadi halus, perlahan-lahan terlepas, 12 jam kemudian, dia menikmati segelas lemon tea yang paling lezat yang seumur hidupnya tidak pernah dinikmatinya.
Gadis ini mengerti, jiwa lemon ini telah benar-benar menyatu dalam teh, sehingga dapat menimbulkan aroma dan cita rasa yang demikian sempurna.
Bel pintu berbunyi, gadis ini pergi membuka pintu, dia melihat pacarnya berdiri didepan pintu, sedang memeluk seikat bunga mawar yang cantik.
“Bisakah memaafkan saya.” Dengan nada memohon pria ini berkata.
Gadis ini tertawa, menarik pria ini masuk kedalam, meletakkan segelas lemon teh dihadapannya.
“Marilah kita berdua berjanji.” Gadis ini berkata, “Kelak, jika kita menghadapi masalah apapun, kita tidak boleh marah, harus dengan hati tenang memikirkan segelas lemon tea ini.”
“Ada apa dengan lemon tea ini?” pria ini dengan tidak mengerti bertanya.
“Karena kita harus dengan sabar menunggu selama 12 jam.” Jawab gadis ini.
Kemudian, gadis ini menerapkan rahasia lemon tea ini pada semua tingkat kehidupannya, sehingga hidupnya menjadi bahagia dan gembira.
Gadis ini menikmati rasa lezat lemon tea, menikmati rasa indah dalam hidupnya.
Dia mengingat kata-kata dari pelayan tersebut, “Jika anda dalam 3 menit memeras semua rasa lemon tersebut, maka teh tersebut akan menjadi keruh dan rasanya akan pahit.”
Kehidupan ini bagaikan segelas teh, perlahan-lahan menunggu, perlahan-lahan meresapinya, rasanya akan tak terhingga.
Tetapi, jangan menunggu terlalu lama, teh yang telah diseduh untuk jangka waktu lama, sama sekali tidak bisa diminum lagi, kehidupan ini jika menunggu terlalu lama juga akan terasa hambar. (Erabaru/hui)

Sumber : http://erabaru.net/featured-news/48-hot-update/28333-pencerahan-dari-segelas-lemon-tea (7 November 2011, 18:24)

Minggu, 06 November 2011

Analisis Search Usability pada Web DPR

Analisis
Pertama kita bahas tentang kotak pencarian. Selain kata “pencarian” yang terletak pada text box, tidak ada sebuah tanda yang mengisyaratkan bahwa itu adalah navigasi pencarian. User yang kurang mengenali kotak pencarian, tentu akan sedikit kebingungan. Terlebih lagi, bila kita klik text box tersebut, maka kata “pencarian” otomatis hilang. Namun bila kita tetap berada di halaman yang sama dan tidak jadi melakukan pencarian, maka kata “pencarian” akan hilang, dan baru muncul setelah kita merefresh atau mereload halaman tersebut. Seperti yang sebelumnya diungkapkan, ini akan menyulitkan user yang tidak terbiasa dengan pencarian sehingga tidak tahu bahwa maksud dari navigasi tersebit adalah untuk mencari sesuatu.
Meski dengan kekurangan tersebut, yang tidak menyantumkan maksud navigasi yang tidak bisa hilang, kelebihan navigasi searching pada web ini adalah menggunkan buttom bukan link untuk melakukan pencarian. Karena seperti yang diungkap Jakob Nielsen (1997), pencarian ditampilkan sebagai sebuah kotak, bukan link. Namun masih timbul kebingungan karena tombol tersebut hanya berisikan “>>”. Bagi user yang baru, dengan hilangnya kata “pencarian” dan tombol bertuliskan “>>” tentu agak membingungkan. Sebagai saran, mungkin tombol tersebut bias bertuliskan “cari”. Tombol dengan kata “cari” muncul sebagai navigasi baru bila kita sudah melakukan pencarian sebelumnya. Ditambah dengan memilih sumber pencarian, hal ini bias menjadi nilai tambah bagi sebuah situs.
Selain itu, kekonsistenan desain, khususnya dalam peletakan kotak pencarian, cukup baik. Bila kita ubah ke halaman lain, posisi atau letak kotak pencarian berada di tempat yang sama. Ini salah satu hal yang cukup baik, karena akan mempermudah user. User juga tidak akan dibuat merasa terlempar ke web site lain bila terlalu sering banyak berubahan, akibat ketidakkonsisitenan desain, ketika pindah halaman. Merujuk pada sebuah sumber, meletakkan kotak pencarian di kanan atas merupakan  keputusan yang tepat. Tetapi ukuran kotak pencarian dinilai terlalu kecil untuk mencari kata-kata yang cukup panjang. Namun hal itu memang karena tujuan web ini bukan sepenuhnya untuk melakukan pencarian.
Web DPR juga sudah baik dalam hal menandai kata yang dicari. Bila Google menandai dengan mencetak tebal kata pencarian, maka web anggota perwakilan rakyat ini membedakannya dengan memberi latar warna pada kata tersebut dan mencetak tebal di teks tulisan. Hal itu dapat dilihat dicontoh, semua kata ”korupsi” diberi latar berwarna hijau dan dicetak tebal. Selain itu, dikotak pencarian baru juga terdapat rekam kata yang sedang di cari, sehingga ini memudahkan user bila ingin menambahkan  kata pencarian.
Berbeda dengan google yang menyertakan kisaran jumlah halaman yang berhubungan dengan pencarian, web ini tidak menyertakan. Yang tertulis hanya jumlah halaman saja, navigasi pindah halaman juga hanya terletak di atas daftar pencarian yang ditemukan. Hal ini sedikit menyulitkan bila user sudah berada di halaman bawah dan ingin melanjutkan ke halaman pencarian berikutnya. Namun, hal tersebut di atasi dengan panjang halaman yang tidak terlalu panjang.
Namun sayang, dari tiga kriteria yang diajukan Nielsen, 2 syarat pencarian lainnya tidak dipenuhi oleh web ini. Yang pertama adalah, pencarian menyeluruh pada situs global. Bila kita lihat sumber pencarian, semuanya merujuk pada situs lokal, yaitu drp.go.id/…/. Ini menjadi sebuah kekurangan yang cukup fatal, karena berarti ada pembatasan sekup dalam pencarian tersebut, dan pencarian tidak bersifat menyeluruh. Yang ke dua adalah tidak ada penelusuran lanjutan bila ada kesalahan query. Google melengkapi hal ini pada pencariannya, sedangkan situs ini tidak ada pencarian lanjutan atau saran pencarian lainnya bila user tidak menemukan yang dicarinya.
Hal lain yang bisa menjadi nilai tambah adalah web ini membedakan sumber atau berkas pencarian. Bila yang terlihat gambar berkas koran, maka akan langsung di arahkan pada halaman yang dimaksud. Namun bila betipe pdf, maka akan di arahkan pada berkas pdf. Ini menjadi kekurangan juga, karena berkas tersebut bersifat online. Web ini juga sudah memfasilitasi perubahan warna terkait link yang telah dikunjungi oleh user. Yang awalnya berwarna hijau, akan berubah menjadi abu-abu bila sudah dikunjungi. Selain itu, hasil pencarian juga menyertakan isi yang dapat mempermudah user untuk mencari informasi yang dibuthkan. Jumlah baris yang ditampilkan sama seperti yang google tampilkan, yaitu dua baris. Meta informasi seperti tanggal artikel juga terlampir bila kita sudah memasuki link halaman pencarian.
Secara umum, web ini sudah baik untuk masalah searching usability. Karena sudah memenuhi criteria penting yang disyaratkan. Beberapa kekurangan diharapkan mampu menjadi saran agar lebih baik lagi.
Perbaikan
Sumber : http://dimulaidari0.blogspot.com/2011/10/serp-pada-web-dpr.html

Sumber referensi
[anonym]. 20 Search Usability Guidelines [internet]. Tersedia dari: http://www.userfocus.co.uk/resources/searchchecklist.html [diakses tanggal 24 Oktober 2011]
Nielsen,  J . 1997. Search and You May Find [internet]. Tersedia dari: http://www.useit.com/alertbox/9707b.html [diakses tanggal 23 Oktober 2011]

SELAMAT IDUL ADHA