Pages

Jumat, 02 November 2012

Menyelisik 'miniatur' MPR


Lambang MPK SMA Negeri 6 Bogor


        Selama ini tidak dapat dipungkiri bahwa memang gaung nama MPK tidak bergema sebagaimana OSIS. Tidak banyak yang tahu tentang organisasi yang seringkali diibaratkan sebagai miniatur Majelis Permusyawaratan Rakyat yang ada di Indonesia ini. Hal tersebut berdasarkan kenyataan dimana siswa/i di sekolah lebih cenderung untuk menjadi bagian dari OSIS. Lebih ironis, bahkan ketika ditanyai mengenai MPK, tidak sampai seperempatnya tahu. 
        Dari tadi bahas MPK gini gitu bla bla bla...., Jadi sebenarnya MPK tuh apa sih? Maksud lambang diatas itu apa? MPK tugasnya apa aja sih? dan untuk pertanyaan yang masih banyaaaaaaaak lagi....... Disini! Cuma di postingan ini kalian semua bakal menemukan jawabannya! Cekidot!!!!

######

Apa itu MPK?

MPK merupakan kependekan dari Majelis Perwakilan Kelas. 

Apa tujuan MPK?

1. Mempersiapkan siswa kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, kepribadian dan budi luhur
2. Melibatkan siswa dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara serta pelaksanaan pembangunan nasional
3. Membina siswa berorganisasi untuk pembangunan kepemimpinan

Apa fungsi MPK?

1. Menampung dan menyaring aspirasi siswa-siswi SMA Negeri 6 Bogor
2. Memberikan program kerja kepada OSIS
3. Mengawasi kinerja OSIS
4. Membantu OSIS dalam pelaksanaan program kerja yang telah diberikan oleh MPK
5. Meminta pertanggungjawaban OSIS atas pelaksanaan program kerja
6. Menjadi pengadil dalam sidang yang diadakan OSIS
7. MPK memberi laporan kepada Kepala Sekolah setiap akhir masa jabatan

Apa arti dari lambang MPK?

1. Rantai Emas melambangkan persatuan yang kokoh diantara pengurus dan anggota MPK
2. Bintang Emas melambangkan Ketuhanan
3. Kujang melambangkan Jawa Barat
4. Gunung Salak melambangkan Kota Bogor
5. Padi dan Kapas melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran pengurus dan anggota MPK
6. Buku melambangkan Majelis

MPK punya 3 Komisi, Apa saja tugasnya? 

MPK SMA Negeri 6 Bogor mempunyai 3 Komisi yaitu;
  1. Komisi A :    Mengawasi kinerja Osis Sekbid 1-5
  2. Komisi B :    Mengawasi kinerja Osis Sekbid 6-10
  3. Komisi C :    Menampung aspirasi warga sekolah melalui "Kotak Saran" dan Berbagi Informasi melalui blog MPK.
Apa saja perangkat MPK?
  • Pelindung & Pembina
  • Ketua
  • Wakil Ketua
  • Sekretaris (1&2)
  • Bendahara (1&2)
  • Humas
  • Koor. Komisi A
  • Anggota Komisi A
  • Koor. Komisi B
  • Anggota Komisi B
  • Koor. Komisi C
  • Anggota Komisi C
Apa saja kegiatan MPK?

MPK memiliki beberapa kegiatan. Diantaranya adalah rapat rutin yang diadakan satu kali dalam seminggu, Kotak saran yang dilaksanakan satu kali dalam dua bulan, laporan komisi A&B dari hasil pengawasan kinerja osis dan juga yang gerak-geriknya tidak terlihat adalah blog ini. Pada blog ini, MPK terkhusus MPK SMA Negeri 6 Bogor mencoba menginformasikan segala keadaan, kegiatan, atau informasi menarik lainnya kepada seluruh pembaca baik yang terjadi di sekolah, di MPK, di Indonesia bahkan di dunia.

Gimana kalau saya/aku/gue mau jadi bagian dari MPK?

Setelah masa jabatan habis, MPK periode tertentu akan melaksanakan seleksi bagi siswa/i yang berminat menjadi bagian dari MPK. Biasanya, Seleksi dilakukan dalam dua tahap; Tes bintal dan Tes Wawancara.

######

        Selesaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii........ :DDDDD

        Baiklah..... Melalui postingan ini, diharapkan dapat menjawab rasa penasaran kalian yang ingin mengetahui MPK lebih jauh lagi. Semoga kedepannya MPK dapat menjadi organisasi yang lebih dikenal dan dipandang :D Gimana? Tertarik menjadi bagian dari MPK??;;)) 

#LDKS2012

Sebelumnya, maaf bangeeeeettt untuk postingan ini yang telatnya kebangetan wuehehehe harap maklum ;;))


LDKS tahun 2012 SMA Negeri 6 Bogor dilaksanakan pada tanggal 18-20 Oktober di Sekolah dan di Villa Bengka, Tenjolaya. LDKS tahun ini bertema PETANI SAWAH. Duh, apa tuh? Itu adalah singkatan dari Pembentukan Pribadi Tangguh dan Berani Serta Berwawasan dan Amanah. Jadi, diharapkan LDKS tahun ini akan dapat membentuk generasi muda yang berkepribadian tangguh, berani, amanah tapi juga berwawasan luas. 

LDKS diisi dengan materi-materi yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru, Jurit Malam, Apresiasi Seni dan beberapa kegiatan lainnya. Mau tahu gimana serunya? Yuk langsung aja liat foto-foto ini :DD








Selasa, 23 Oktober 2012

"There is no Bad Soldiers, Only Bad Commanders"


Judul diatas merupakan moto militer Pak Harto yang dijabarkan pada buku ‘Pak Harto, The Untold Stories’

   Pada hakikatnya, semua manusia ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Namun tidak semuanya memiliki kapabilitas untuk itu. Sebagai contohnya, Meskipun Indonesia sudah mengalami pergantian Presiden selama 7 kali, lalu apakah semua presiden pada setiap pergantian tersebut dapat dikatakan sukses memimpin Indonesia beserta segala permasalahan yang menyertainya? Apakah Pak Harto yam memimpin hampir 32 tahun lamanya dapat dikatakan sukses? Apakah Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang telah 10 tahun menjabat sebagai presiden dalam dua periode juga dapat dikatakan sukses?

  Tentu tolak ukur kesuksesan seorang pemimpin bukan terletak pada berapa lama ia menjabat atau seberapa kuat ia mempertahankan jabatannya. Tolak ukur kesuksesan pemimpin dapat dilihat dari seberapa mampukah ia mengayomi seluruh anggota/rakyatnya dalam segala situasi dan kondisi, seberapa besar pengaruh sikap dan kepemimpinannya terhadap tingkat penghormatan dan keseganan rakyat terhadap dirinya serta berapa jauh ia mampu membimbing dan membawa anggota/rakyatnya kepada kondisi/kehidupan yang lebih baik.

  Menjadi seorang pemimpin tentu tidak mudah. Bukan sekadar tentang kekuasaan dan penghormatan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban. Kewajiban yang harus dilakukan pun tak kalah besarnya. Bukan hanya menjadi, mencari dan memilih pun sama sulitnya. Kita tidak bisa asal menunjuk A atau B sebagai pemimpin tanpa pertimbangan dan pemikiran yang panjang. Demi menemukan sosok pemimpin yang tidak sekadar ditakdirkan sebagai pemimpin namun juga berkompeten untuk menjadi seorang pemimpin, maka dari itu, sangat diperlukan adanya pendidikan guna menumbuhkan atau mungkin mengasah jiwa kepemimpinan sejak dini. Mengapa perlu sedemikian rupa? Sebagai individu/organisasi/lembaga yang berorientasi pada masa depan, mempersiapkan apa-apa yang akan terjadi di masa yang akan datang adalah hal terpenting yang harus dilakukan.
Kita sebagai remaja merupakan calon penerus bangsa. Kelak, kelangsungan hidup negara ini akan sangat bergantung pada kita. Suka tidak suka, mau tidak mau. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempersiapkan diri. Seperti pada kalimat diatas “Semua manusia ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Namun tidak semuanya memiliki kapabilitas untuk itu”. Lalu, selagi masih muda dan ada cukup waktu, mengapa kita tidak mencari cara yang dapat mengetes apakah kita berkemampuan menjadi seorang pemimpin atau tidak? Seperti dengan ikut serta dalam majalah sekolah, menjadi pejabat kelas, organisasi maupun ekstrakulikuler. Dengan mengikut sertakan diri dalam kegiatan-kegiatan tersebut, kita dapat mengetahui sejauh mana kemampuan kita dalam memimpin. Kita akan dapat mempersiapkan diri dan menyusun rencana untuk berkontribusi lebih jauh dalam kemajuan bangsa ini di masa yang akan datang. Kita akan menjadi sosok yang visioner. Maka kita akan mudah mencari tahu kemana kita akan melangkah setelah ini, akan menjadi apakah kita pada masa yang akan datang, serta akan dalam bentuk apakah kita berkontribusi bagi negeri.

  Karena menjadi pemimpin sangatlah sulit, maka tidak sembarang orang bisa menjadi pemimpin. Seorang pemimpin haruslah visioner, memiliki ambisi, memiliki mental yang kuat, peka terhadap situasi, mampu mengayomi bawahannya, berkemampuan verbal yang baik serta yang terpenting, bertanggung jawab. Sulitnya bukan hanya sebatas pada menjalankan tugas dan program kerja, namun juga bagaimana membimbing bawahan serta mengkondisikan organisasi/lembaga agar tetap berjalan kondusif.
Lalu apa maksud kutipan kata-kata Pak Harto diatas?
Moto militer Pak Harto mengatakan bahwa tidak ada prajurit yang buruk, yang ada adalah pemimpin yang buruk. Hal lain yang dapat menjadi alasan mengapa menjadi pemimpin sulit adalah karena seorang pemimpin harus berjiwa besar. Seperti moto militer Pak Harto, seorang pemimpin harus siap menanggung kesalahan apabila ada bawahannya yang melakukan kesalahan. Sekalipun ia sama sekali tidak ikut campur dan tidak tahu-menahu. Mengapa harus demikian? Pemimpin merupakan pusat komando suatu organisasi/lembaga. Dalam prinsip managemen diterangkan, dimana salah satunya adalah kesatuan komando. Apakah kesatuan komando? Yaitu, segala kegiatan ataupun pekerjaan yang akan dilakukan oleh seseorang harus berdasarkan perintah yang diberikan pemimpin. Agar pekerjaan masing-masing orang tidak berantakan sehingga dapat mencapai tujuan organisasi/lembaga yang dikehendaki, maka semua kegiatan dan pekerjaan hanya akan dan harus bepusat dapa satu perintah, yaitu perintah pemimpin. Maka apabila terdapat kesalahan yang dilakukan oleh seorang bawahan maka pemimpin berhak disalahkan. Karena si bawahan tersebut hanya menerima satu perintah yang merupakan perintah dari si pemimpin. Jadi, mungkin terdapat kesalah-pahaman antar bawahan dan pemimpin ketika perintah diberikan atau mungkin si pemimpin kurang jelas membeberkan perintahnya sehingga menyebabkan si bawahan melakukan kesalahan.

   Mungkin diantara yang lain, menanggung kesalahan bawahan merupakan yang tersulit untuk dilakukan oleh seorang pemimpin. Karena pada dasarnya manusia cenderung menyalahkan orang lain, bahkan walaupun kesalahan tersebut terletak pada dirinya sendiri. Manusia cenderung berintrospeksi di kemudian hari. Maka hanya yang mampu menahan gengsi dan sifat dasar tersebut lah yang akan mumpuni menjadi seorang pemimpin yang berkapabilitas tinggi.

######

   Tidak semua orang mampu menjadi pemimpin. Tidak dapat disangkal, Semua orang pasti menginginkan kekuasaan dan penghormatan dari orang  lain terhadap dirinya. Tapi sayangnya, menjadi seorang pemimpin, urusannya tidak akan sedangkal itu. Urusan dan tugas pemimpin akan sangat banyak dan luas cakupannya. Maka, sangatlah dibutuhkan pemimpin yang mampu menjalankan urusan dan tugas yang banyak dan luasnya sampai mampu membuat putih rambut dengan mengkondisikan bawahan serta organisasi/lembaga yang dipimpinnya agar tetap kondusif secara bersamaan namun tetap seimbang. Serta satu kemampuan yang tidak kalah penting yang harus dimiliki pemimpin; kemampuan memisahkan antara urusan dan permasalahan pribadi dengan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin.

  Semua orang berhak menjadi pemimpin. Tuhan pun menakdirkan begitu. Namun tidak semuanya berkemampuan untuk itu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus mengasah kemampuan agar dapat menjadi pemimpin yang baik. Setidaknya bagi diri sendiri. Seperti dengan mengikuti organisasi atau kegiatan-kegiatan tertentu. Paling tidak disana kita belajar berkomunikasi dengan orang lain dan bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang kita miliki.

    Kalau menjadi pemimpin bagi diri sendiri saja sudah tidak mampu, lalu bagaimana jika kita dipercaya untuk menjadi pemimpin sebuah organisasi/lembaga yang tanggung jawabnya mencakup hal yang lebih luas? (Ai)

Sabtu, 29 September 2012

Public Speaker Harus Bisa Gila!

JAKARTA - Apa sesungguhnya yang harus dimiliki oleh seorang public speaker? Apakah harus cantik, menarik, atau berwawasan luas? Ternyata, modal utama menjadi seorang public speaker adalah mampu tampil gila.

Demikian disampaikan oleh penyiar radio sekaligus Program Director Elfara FM Evan Calisto dalam seminar Super Speaker: One Day To Make You More Than An Ordinary Public Speaker besutan Universitas Brawijaya (UB), Malang. Menurut Evan, konsep gila yang ditekankan sebagai seorangpublic speaker harus unik dan mampu menciptakan ide-ide baru yang mempunyai nilai jual. "Setiap penyiar itu harus punya keunikan sendiri-sendiri yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dengan kekurangan yang dimiliki, misalnya dia mampu membuat orang jadi berpikir..wah gokil nih," kata Evan, seperti dilansir dari laman UB, Selasa (19/6/2012).

Sementara itu, pembicara lain, yakni seorang pengisi suara, Tio Duanov menyebutkan, syarat utama menjadi seorang public speaker, lanjutnya, harus mempunyai passion atau hasrat untuk menjadi seorang public speaker. "Modal utama yang harus dimiliki seorang public speaker adalah passion. Seseorang yang mempunyai passion sebagai penyiar, maka ketika dia sudah tidak bekerja lagi di bidang broadcast, suatu saat dia pasti akan merindukan masa-masa itu. Bahkan tidak dibayar sekalipun," kata Tio.

Namun, Tio mengaku, berwawasan luas juga menjadi hal penting yang wajib dimiliki seorang superspeaker. "Pengetahuan yang luas akan membuat audiences atau pendengar tidak hanya terhibur namun juga mendapatkan informasi lebih banyak," tuturnya.

Dia menyebut, ada beberapa tips bagaimana agar bisa berbicara dengan baik dan percaya diri. "Pertama melakukan kontak mata ketika berbicara dan bangga terhadap diri sendiri. Kedua, tidak perlu takut dan berbicara lantang, serta tidak terbebani dengan diri sendiri," tukasnya.

Dosen FISIP UB Yuyun Riani menambahkan, seorang public speaker merupakan pusat atau titik perhatian khalayak. Sehingga ketika dia berbicara mampu mengeluarkan energi karena dari setiap perkataan yang dilontarkan terkandung sebuah spirit atau semangat.(mrg)(rhs)


4 Tipe Kepribadian Manusia

Kali ini kita akan mengupas tentang 4 tipe kepribadian manusia. Sadarkah kita bahwa setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda? ini lah 4 tipe kepribadian manusia :

1. Tipe Koleris
Dalam kehidupannya, tipe koleris senang sekali mengerjakan perkerjaan dengan cara nya sendiri hingga tuntas. Walaupun ada manualnya, tipe ini tetap pada pendiriannya mengerjakan dengan cara nya sendiri. Koleris merupakan sosok yang suka mengatur orang lain namun tidak suka di paksa-paksa dalam melakukan sesuatu.

2.Tipe Sanguin
Seorang sanguin merupakan sosok yang selalu mencari cara yang menyenagkan dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Apabila pekerjaan yang ia lakukan sangat menyenangkan seorang sanguin bisa tidak ingat waktu. kekurangan dari tipe sanguin ini adalah suka menunda nunda perkerjaan bahkan kerap melupakan perkerjaan yang telah dilakukannya. Bekerja tanpa rencana dan sering meremehkan pekerjaan yang ia lakukan. Apabila di keramaian sosok ini kerap muncul lebih dominan atau paling menonjol sehingga menarik perhatian.

3. Tipe Melankolis
Seseorang yang memiliki tipe melankolis cenderung senang dengan kerapian dan sistematis. Bila ada manualnya, maka ia melakukan pekerjaan mengikuti 100% benar. Seorang melankolis bekerja sangat tekun dan serius, apabila ada seorang bawahan yang melenceng atau tidak melakukan sesuatu yang dikehendakinya maka dia akan muram sepanjang hari. Seorang melankolis sangat mudah tersentuh perasaannya.

4. Tipe Plegmatis
Plegmatis merupakan tipe kepribadian yang dimiliki oleh orang yang cenderung hampir tidak pernah marah. Seorang plegmatis menyenangkan bagi semua orang. Ia tidak suka menonjol di keramaian. Selalu menerima pendapat orang lain walaupun terkadang pendapat tersebut belum tentu dikerjakannya. Namun seorang plegmatis seperti tidak memiliki ambisi terkesan sangat santai dalam menjalani hidupnya. Dalam melakukan pekerjaan seorang plegmatis memilih jalan yang paling mudah. Terkadang melalui jalan pintas.

Namun, dari ke 4 tipe yang dijelaskan diatas bukan berarti kita hanya memiliki 1 dari ke 4 tipe kepribadian ini. Pada dasarnya manusia memiliki 4 tipe kepribadian ini, namun persentase dari masing-masing kepribadian ini berbeda. So, tipe kepribadian yang mana yang paling menonjol dalam diri Anda?

Jumat, 28 September 2012

Tipe dan Gaya Kepemimpinan

Dari penelitian yang dilakukan Fiedler yang dikutip oleh Prasetyo (2006) ditemukan bahwa kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi maupun gaya kepemimpinan (p. 27). Apa yang bisa dikatakan adalah bahwa pemimpin bisa efektif ke dalam situasi tertentu dan tidak efektif pada situasi yang lain. Usaha untuk meningkatkan efektifitas organisasi atau kelompok harus dimulai dari belajar, tidak hanya bagaimana melatih pemimpin secara efektif, tetapi juga membangun lingkungan organisasi dimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan baik.

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Lebih lanjut menurut Prasetyo (p.28), gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu menurut Flippo (1987), gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu (p. 394).

Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002), Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan; gaya kepemimpinan autokratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) (p. 406)

Gaya Kepemimpinan Autokratis
Menurut Rivai (2003), kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi (p. 61).

Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan (p. 460).

Lebih lanjut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. 196-198):
1. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin.
2. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas.
3. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota.

Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997), ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (p. 304):
1. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
2. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja.
3. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota.
4. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya

Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif
Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai, 2006, p. 61).

Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan(p. 460). Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja (p.203).

Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto, 1987, pp. 196-198) :
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. 

Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304) :
1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
3. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.

Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas)
Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter, 2002, p. 460).

Menurut Sukanto (1987) ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (pp.196-198) :
1. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin.
2. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya.
3. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
4. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian.

Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304):
1. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri.
2. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum.
3. Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok.

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi


Mengapa si Cerewet suka berteman dengan si Pendiam?

California, Orang bisa berteman dengan siapa saja. Orang yang memiliki sifat cerewet dan terbuka (ekstrovert) misalnya suka berteman dengan orang pendiam dan pemalu (introvert). Mengapa si cerewet suka berteman dengan si pendiam?

Orang dengan kepribadian ekstrovert didefinisikan sebagai orang yang gampang bersosialisasi, ramah, aktif, tegas, energik, antusias, terbuka, impulsif, emosional, ekspresif, bertindak sebelum berpikir dan berpengalaman yang luas.

Sedangkan orang introvert didefinisikan sebagai pemalu, tidak mudah bersosialisasi, pendiam, tertutup, tenang, bijaksana, mudah konsentrasi, biasanya tidak memiliki banyak teman dan mengalami kesulitan dalam membuat hubungan baru.

Yang mengherankan, kebanyakan orang ekstrovert justru suka berteman dengan orang yang memiliki sifat berkebalikan denganya, yaitu introvert. Dan sebuah studi telah menemukan jawaban untuk hal tersebut.

Peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang yang menjalin sebuah pertemanan bisa terkait dengan gen tertentu. Keterkaitan gen ini memberikan penjelasan ilmiah tentang adanya suatu ikatan tertentu di antara teman.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang yang membawa versi gen yang disebut CYP2A6 (terkait dengan kepribadian terbuka atau ekstrovert) cenderung berteman dengan orang yang tidak membawa gen tersebut alias introvert.

"Inilah yang membuat orang menjadi heterophily atau menyukai hal yang berbeda dengannya," jelas James Fowler, profesor genetika medis dan ilmu politik di University of California, San Diego, dilansir MSNBC, Rabu (19/1/2011).

Selain menyukai hal yang bertolak belakang, versi gen lain justru membuat orang menyukai hal yang sama dengannya (homophily). Ini ditunjukkan dengan penanda genetik tertentu yang disebut DRD2 (reseptor dopamin yang berhubungan dengan alkoholisme).

Orang dengan DRD2-positif cenderung berteman dengan orang lain dengan DRD2-positif. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki penanda genetik tersebut cenderung berteman dengan orang-orang yang juga memiliki DRD2-negatif.

Fowler percaya bahwa studi yang sedang berlangsung ini akan menunjukkan adanya biomekanisme yang berbeda, seperti indra penciuman yang mungkin juga ikut bermain dalam membentuk persahabatan.

Hasil studi ini telah diterbitkan dalam jurnal U.S. National Academy of Sciences, pada Senin kemarin.  
(mer/ir