California, Orang bisa berteman dengan siapa saja. Orang yang memiliki sifat cerewet dan terbuka (ekstrovert) misalnya suka berteman dengan orang pendiam dan pemalu (introvert). Mengapa si cerewet suka berteman dengan si pendiam?
Orang dengan kepribadian ekstrovert didefinisikan sebagai orang yang gampang bersosialisasi, ramah, aktif, tegas, energik, antusias, terbuka, impulsif, emosional, ekspresif, bertindak sebelum berpikir dan berpengalaman yang luas.
Sedangkan orang introvert didefinisikan sebagai pemalu, tidak mudah bersosialisasi, pendiam, tertutup, tenang, bijaksana, mudah konsentrasi, biasanya tidak memiliki banyak teman dan mengalami kesulitan dalam membuat hubungan baru.
Yang mengherankan, kebanyakan orang ekstrovert justru suka berteman dengan orang yang memiliki sifat berkebalikan denganya, yaitu introvert. Dan sebuah studi telah menemukan jawaban untuk hal tersebut.
Peneliti dari University of California, San Diego, menemukan bahwa orang yang menjalin sebuah pertemanan bisa terkait dengan gen tertentu. Keterkaitan gen ini memberikan penjelasan ilmiah tentang adanya suatu ikatan tertentu di antara teman.
Hasil studi menunjukkan bahwa orang yang membawa versi gen yang disebut CYP2A6 (terkait dengan kepribadian terbuka atau ekstrovert) cenderung berteman dengan orang yang tidak membawa gen tersebut alias introvert.
"Inilah yang membuat orang menjadi heterophily atau menyukai hal yang berbeda dengannya," jelas James Fowler, profesor genetika medis dan ilmu politik di University of California, San Diego, dilansir MSNBC, Rabu (19/1/2011).
Selain menyukai hal yang bertolak belakang, versi gen lain justru membuat orang menyukai hal yang sama dengannya (homophily). Ini ditunjukkan dengan penanda genetik tertentu yang disebut DRD2 (reseptor dopamin yang berhubungan dengan alkoholisme).
Orang dengan DRD2-positif cenderung berteman dengan orang lain dengan DRD2-positif. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki penanda genetik tersebut cenderung berteman dengan orang-orang yang juga memiliki DRD2-negatif.
Fowler percaya bahwa studi yang sedang berlangsung ini akan menunjukkan adanya biomekanisme yang berbeda, seperti indra penciuman yang mungkin juga ikut bermain dalam membentuk persahabatan.
Hasil studi ini telah diterbitkan dalam jurnal U.S. National Academy of Sciences, pada Senin kemarin.
(mer/ir)
Jumat, 28 September 2012
Kamis, 06 September 2012
7 Prinsip Sukses menjadi Pemimpin
Menjadi pemimpin memang tak mudah. Karena itu, hanya sedikit orang yang mencapai puncak dan bisa terus dikenang hingga kini. Sebenarnya, faktor apa saja yang dimiliki para pemimpin puncak hingga bisa jadi "legenda"?
Kita semua sebenarnya tercipta sebagai pemimpin. Minimal, memimpin diri kita masing-masing. Namun sayangnya, memimpin diri sendiri pun, masih sering mengalami kendala. Mulai dari membiarkan pikiran negatif muncul, memelihara sikap miskin mental, dan berbagai hal kurang baik lainnya. Padahal, dengan mengubah cara pandang saja, berpikiran selalu positif, mengembangkan kekayaan mental, akan mampu menjadikan kita sebagai pemimpin yang mumpuni.
Jika memimpin diri sendiri berhasil kita lampaui, maka menjadi pemimpin dalam arti sebenarnya juga mengandung tantangan yang tak kalah hebatnya. Hanya mereka yang mampu, mau, dan bersedia terus maju, yang akan jadi pemimpin hebat di bidangnya. Dan, sebenarnya, kita pun bisa mencapainya. Bagaimana caranya? Berikut tujuh kriteria penting yang harus dimiliki seseorang agar jadi pemimpin unggulan, yang disarikan dari Paul B. Thornton yang menulis buku Leadership: Best Advice I Ever Got.
1. Pemimpin mampu menjadikan segalanya nyata. Seorang pemimpin haruslah memiliki semangat dan kemauan keras untuk mewujudkan keinginannya menjadi nyata. Untuk itu, pemimpin pasti memiliki sikap seorang do-ers alias mengutamakan action.
John Baldoni, pendiri Baldoni Consulting LLC, mendapat nasihat agar menjadi orang yang tekun dari ayahnya. Sementara, sang ibu mengajarkan untuk tidak melupakan kasih sayang. Karena itu, pemimpin yang baik selain berusaha mewujudkan ambisi, juga tidak melupakan para pendukungnya.
2. Pemimpin mendengarkan dulu, baru memimpin. Steven Covey pernah menyebut, Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut. Ini berarti, kita sebenarnya diperintahkan untuk lebih banyak mendengar daripada berkata-kata.
Cordia Harrington, Presiden dan CEO dari Tennessee Bun Company menyebutkan, sebagai pemimpin agar mengutamakan untuk memahami lebih dulu, dibanding keinginan untuk dipahami.
3. Pemimpin menjawab pertanyaan dengan jelas dan terarah. Ada tiga pertanyaan mendasar yang biasanya ditanyakan anak buah: Ke mana kita akan mengarah? Bagaimana kita mencapainya? Apa peran saya?
Menurut Kevin Nolan, President & Chief Executive Officer dari Affinity Health Systems, Inc, kemampuan menjawab dengan jelas dan terarah dari ketiga pertanyaan tersebut akan jadi indikator sukses tidaknya seorang pemimpin.
4. Pemimpin menguasai visinya sehingga mampu bekerja di mana dan kapan saja di segala kondisi. Debbe Kennedy, President, CEO dan pendiri Global Dialogue Center and Leadership Solutions Companies, menyebutkan bahwa dunia terus berubah. Maka, seorang pemimpin harus menguasai perubahan dengan mengetahui secara pasti tujuannya.
Untuk itu, seorang pemimpin harus membekali diri dengan beberapa hal, yakni: kemampuan mewujudkan ide-ide, membangun rencana yang terarah, pandai mengeksekusi, berorientasi hasil terbaik di setiap waktu.
5. Pemimpin selalu penuh keingintahuan. Hal ini akan mendorong dirinya menjadi orang yang selalu haus akan informasi terbaru dan terus melakukan pengembangan berkelanjutan.
Menurut Mary Jean Thornton, mantan CIO (Chief Information Officer) dari The Travelers, semua perkembangan didasari oleh kemajuan berpikir. Karena itu, di perusahaannya, ia selalu membiasakan diri dan anak buahnya untuk selalu berpikir kreatif dan menantang untuk membangun masa depan.
6. Pemimpin selalu mendengar dari dua sisi. Seperti yang sudah disebutkan, kemampuan mendengar dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Namun, tak cukup hanya jadi pendengar. Informasi yang didapat harus meliputi semua sisi. Karena itu, seorang pemimpin andal tak lantas percaya begitu saja dengan penuturan satu sisi. Ia harus mampu menggali dan "mendengar" dari sisi lain sehingga bisa melakukan tindakan yang objektif.
Brian P. Lees, senator dari negara bagian Massachusetts, AS menyebutkan pentingnya untuk bergaul dengan semua kalangan. Mulai dari profesor sampai anak-anak sekolah, dari pemimpin lain hingga rakyat biasa.
7. Pemimpin pasti selalu memiliki persiapan, persiapan, dan persiapan. Ada satu pepatah mengatakan, jika Anda gagal membuat rencana, maka Anda sedang merencanakan untuk gagal. Ini mengandung makna, bahwa persiapan menyeluruh, dimulai dari rencana yang matang dan tindakan yang terarah, akan jadi indikator pertama tentang sukses tidaknya kepemimpinan kita.
Tak heran, jika ada idiom, persiapan adalah ilmu untuk meraih kemenangan. Untuk itu, mutlak kiranya seseorang pemimpin menyiapkan segala hal-termasuk dengan rencana cadangan-agar mampu mencapai sukses yang didambakannya.
Masih Santap Makanan dari Wadah Styrofoam?
Sudah banyak tulisan, himbauan dan kampanye anti penggunaan styrofoam, namun gaungnya tak seluas penggunaan produk yang berbahan dasar styrene itu. Padahal, seperti disebutkan dalam berbagai laporan, styrene merupakan bahan kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan (tercatat gejala-gejala dari yang ringan seperti iritasi kulit sampai gangguan syaraf, sakit kepala, dan depresi akibat styrene). Dalam hal penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan, ditemukan bahwa bahan yang juga sering disebut "gabus" itu dapat melepaskan zat kimia berbahaya ke arah makanan yang diwadahinya--apalagi kalau dipanaskan, seperti saat di dalam microwave.
Ancaman kesehatan dari wadah styrofoam bahkan telah mendorong otoritas sekolah di distrik Los Angeles, Amerika Serikat, mengeluarkan larangan penggunaan wadah styrofoam di kantin sekolah.
Adalah dua setengah tahun lalu, saat para siswa program Environmental Studies Magnet di Sekolah Menengah Thomas Starr King, Silver Lake, ditugaskan membawa-bawa sampah mereka sendiri selama sepekan (ya, membawa-bawa sampah selama sepekan!) Para siswa lantas menyadari betapa sebagian besar sampah mereka adalah wadah-wadah sekali pakai, yang sebagian besar berbahan styrofoam. Kunjungan ke fasilitas daur ulang setelah itu membuat para siswa sadar bahwa wadah-wadah itu tidak didaur ulang. Pendaur ulang menolak styrofoam yang tidak bersih.
Para siswa lalu menghitung jumlah wadah styrofoam yang mereka gunakan saat makan siang selama satu hari, dan mereka mendapati patung "Monster Styrofoam" setinggi 9 meter, berasal dari sekitar 1500 nampan styrofoam yang digunakan dalam sehari. Kenyataan itu cukup membuat shock para siswa, mendorong mereka menulis surat pada pejabat distrik dan anggota dewan sekolah, agar styrofoam dilarang penggunaannya di 900 sekolah di distrik tersebut. Himbauan para siswa ini mendapat dukungan penuh dari para orangtua, pemuka dan anggota masyarakat.
Pejabat Dinas Pendidikan Los Angeles Dr. John Deasy menyatakan bangga dengan inisiatif para siswa ini, menekankan bahwa jiwa kepeloporan tidak hanya datang dari masyarakat dewasa, namun juga dari kalangan muda. Deasy juga menantang distrik lain untuk melakukan hal serupa yang mereka lakukan. Di sisi lain, sebuah rancangan undang-undang mulai diajukan untuk pelarangan penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan di seluruh negara bagian California.
Saat ini, Styrofoam di sekolah-sekolah distrik tersebut digantikan dengan wadah kertas yang dapat terurai, juga nampan serat mikro, namun target siswa Sekolah Menengah King adalah penggunaan wadah yang dapat digunakan kembali. Problemnya, sekolah itu belum punya alat pencuci piring yang dapat membersihkan dan mensterilkan wadah-wadah yang selesai dipakai. Sementara menunggu alat pencuci piring tersedia, saat ini siswa sekolah tersebut tengah membuat proyek tentang penanganan sisa makanan di sekolah.
Aktivitas lingkungan yang dilakukan para siswa Sekolah Menengah King sungguh merupakan contoh nyata warga masyarakat yang menggunakan kekuatan dan kekuasaan mereka untuk melakukan perubahan. Nah, mampukah kita menirunya, menerapkannya di Indonesia? Mungkin ada yang ingin mendorong teman-temannya di sekolah melakukan hal serupa? ^___^ [Mizan.com]
sumber: http://annida-online.com/artikel-5948-masih-santap-makanan-dari-wadah-styrofoam.html
Adalah dua setengah tahun lalu, saat para siswa program Environmental Studies Magnet di Sekolah Menengah Thomas Starr King, Silver Lake, ditugaskan membawa-bawa sampah mereka sendiri selama sepekan (ya, membawa-bawa sampah selama sepekan!) Para siswa lantas menyadari betapa sebagian besar sampah mereka adalah wadah-wadah sekali pakai, yang sebagian besar berbahan styrofoam. Kunjungan ke fasilitas daur ulang setelah itu membuat para siswa sadar bahwa wadah-wadah itu tidak didaur ulang. Pendaur ulang menolak styrofoam yang tidak bersih.
Para siswa lalu menghitung jumlah wadah styrofoam yang mereka gunakan saat makan siang selama satu hari, dan mereka mendapati patung "Monster Styrofoam" setinggi 9 meter, berasal dari sekitar 1500 nampan styrofoam yang digunakan dalam sehari. Kenyataan itu cukup membuat shock para siswa, mendorong mereka menulis surat pada pejabat distrik dan anggota dewan sekolah, agar styrofoam dilarang penggunaannya di 900 sekolah di distrik tersebut. Himbauan para siswa ini mendapat dukungan penuh dari para orangtua, pemuka dan anggota masyarakat.
Pejabat Dinas Pendidikan Los Angeles Dr. John Deasy menyatakan bangga dengan inisiatif para siswa ini, menekankan bahwa jiwa kepeloporan tidak hanya datang dari masyarakat dewasa, namun juga dari kalangan muda. Deasy juga menantang distrik lain untuk melakukan hal serupa yang mereka lakukan. Di sisi lain, sebuah rancangan undang-undang mulai diajukan untuk pelarangan penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan di seluruh negara bagian California.
Saat ini, Styrofoam di sekolah-sekolah distrik tersebut digantikan dengan wadah kertas yang dapat terurai, juga nampan serat mikro, namun target siswa Sekolah Menengah King adalah penggunaan wadah yang dapat digunakan kembali. Problemnya, sekolah itu belum punya alat pencuci piring yang dapat membersihkan dan mensterilkan wadah-wadah yang selesai dipakai. Sementara menunggu alat pencuci piring tersedia, saat ini siswa sekolah tersebut tengah membuat proyek tentang penanganan sisa makanan di sekolah.
Aktivitas lingkungan yang dilakukan para siswa Sekolah Menengah King sungguh merupakan contoh nyata warga masyarakat yang menggunakan kekuatan dan kekuasaan mereka untuk melakukan perubahan. Nah, mampukah kita menirunya, menerapkannya di Indonesia? Mungkin ada yang ingin mendorong teman-temannya di sekolah melakukan hal serupa? ^___^ [Mizan.com]
sumber: http://annida-online.com/artikel-5948-masih-santap-makanan-dari-wadah-styrofoam.html
Kamis, 16 Agustus 2012
Dirgahayu Sepele tapi Beda Makna
Berikut ini akan dilampirkan artikel mengenai makna kata 'Dirgahayu' yang bersumber dari disini. Tapi, artikel ini tuh sebenernya udah diposting tanggal 17 Agustus 2011. Bukan kapan diposting nya sih yang penting, yang terpenting itu apa yang dibahas. yuuuukkkkk langsung aja cekidot!!!
Masa-masa puncak peringatan HUT ke-66 RI sudah membahana di seluruh penjuru tanah air. Kampung-kampung bertaburan bendera Merah Putih dan umbul-umbul warna-warni. Spanduk dengan berbagai slogan dan semboyan bertengger meriah di gapura masuk kampung. Nasionalisme kita yang selama ini terbang, terapung-apung, dan tenggelam akibat berbagai kesibukan tiba-tiba tersentil oleh “atmosfer” dan aroma perayaan yang begitu ramai dan meriah. Dengan tiba-tiba kita ingat Soekarno-Hatta, Jenderal Soedirman, Diponegoro,Antasari, atau sederet nama-nama pahlawan yang lain.
Terlepas dari munculnya sikap nasionalisme yang datang secara “tiba-tiba” itu, ada kelatahan sikap dalam penulisan spanduk yang bisa menimbulkan salah tafsir akibat penalaran yang salah. Lihatlah contoh berikut ini!
Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-62
Jika dicermati, ada logika yang rancu dalam slogan tersebut. Pertama, penggunaan kata “dirgahayu” yang diikuti dengan kata “kemerdekaan”. MenurutKamus Besar Bahasa Indonesia, dirgahayu mengandung arti berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang memeringati hari jadinya). Beranjak dari arti leksikal ini, maka penggunaan kata “dirgahayu” yang diikuti dengan kata “kemerdekaan” jelas tidak tepat. Bukankah yang diberi ucapan “panjang umur” itu Indonesia, bukan pada “kemerdekaan”-nya? Yang benar mestinya “Dirgahayu Indonesia” atau “Dirgahayu Republik Indonesia” yang berarti “Panjang Umur Indonesia” atau “Panjang Umur Republik Indonesia”.
Kekeliruan kedua adalah penggunaan “RI” yang diikuti dengan kata bilangan (numeralia) tingkat “ke-66″. Logikanya: Indonesia atau RI itu hanya satu. Jadi, tidak ada RI ke-2, ke-3, atau ke-62. Jika ingin menggunakan kata bilangan tingkat untuk menunjukkan usia kemerdekaan RI, ucapan yang benar adalah “Selamat HUT ke-66 RI”. Jadi, yang ke-66 itu adalah hari ulang tahunnya, bukan “Indonesia” atau “RI”-nya.
Yang sering luput dari perhatian kita juga adalah masalah penulisan kata bilangan. Dalam kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dijelaskan bahwa penulisan kata bilangan tingkat yang menggunakan angka Arab harus diawali dengan awalan ke- diikuti tanda hubung, sedangkan jika menggunakan angka romawi tidak perlu menggunakan awalan ke-. Jadi, penulisan yang benar: “Selamat HUT ke-66 RI” atau “Selamat HUT LXVI RI”. Persoalannya sekarang, kita mau pilih yang mana?
Dirgahayu Republik Indonesia
(sumber: disini)
Tepat 67 tahun yang lalu pada hari Jum'at (17/08) pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur no. 56 Jakarta Pusat, Ir. Soekarno yang didampingin oleh Moh. Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Yang kemudian disusul dengan pidato singkat tanpa teks oleh Soekarno dan Pengibaran bendera Merah Putih. Pada hari itu pula, Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan. Namun tidak seperti upacara yang biasa kita ikuti, lagu Indonesia Raya dinyanyikan setelah bendera Merah Putih dikibarkan.
Penampakan naskah asli Proklamasi
Sudah 67 tahun Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka, selama 67 tahun ini, sudahkah kita berkontribusi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia?
Indonesia tidak butuh koruptor..
Indonesia tidak butuh Pemimpin yang hanya haus kekuasaan..
Indonesia tidak butuh terlalu banyak komentator..
Indonesia tidak butuh janji..
Indonesia tidak butuh provokator..
Indonesia sudah cukup kehilangan banyak sumber daya..
Indonesia sudah cukup kehilangan hutan hektar demi hektar karena terbakar..
Indonesia sudah cukup lama duduk sebagai penonton..
Indonesia sudah cukup kehilangan satu demi satu budaya peninggalan leluhur..
Indonesia sudah cukup kehilangan satu demi satu pulau..
Indonesia sudah cukup sering dicaci-maki..
Indonesia hampir kehilangan jati dirinya..
Indonesia butuh bukti, Indonesia butuh Aksi!!
Mulai saat ini, dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal-hal kecil,
Mari kita berkontribusi untuk memperbaiki Indonesia, berkontribusi untuk mengembalikan Indonesia pada masa kejayaannya..
Tidak harus menjadi Presiden atau Menteri, dengan berdedikasi di bidang yang kita seriusi, sebenarnya kita sedang berkontribusi demi Indonesia yang lebih baik dan demi kejayaan Indonesia. Kita realisasikan ucapan kita untuk memperbaiki Indonesia dengan berkarya dan menjadi yang terbaik di bidang masing-masing.
Pelajar dengan rajin belajar dan menambah ilmu, Guru dengan berbagi ilmu kepada murid-muridnya, Dokter dengan mengobati dan menyembuhkan pasiennya, Penulis dengan menghasilkan karya tulis yang baik dan bermanfaat, dan masih banyak lagi.
Jangan sampai ada lagi pulau kita yang dijadikan hak milik oleh negara lain, jangan lagi ada budaya kita yang diakui negara lain, jangan ada lagi Tenaga Kerja kita yang diperlakukan semena-mena, Jangan sampai ada lagi tangan-tangan jahil yang sesuka hati menggunduli hutan kita, dan Jangan sampai ada lagi Timor Timur yang lain..
Dimulai dari hari ini, Mari kita berkontribusi!
~DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA~
Kamis, 09 Agustus 2012
Ubersos 2012
Ubersos apa tuh?
Ubersos itu kependekan dari Buka bersama dan Bakti Sosial yang merupakan acara rutin setiap bulan Ramadhan yang diselenggarakan di SMA Negeri 6 Bogor.
Ada apa aja di Ubersos tahun ini?
Buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim, sambutan dan pemberian hadiah dari Sponsor Pocari Sweat, hiburan musik dari band lokal SMAN 6 Bogor; Crazy Saturday, Stand Up Comedy dari kak Jui dan ceramah singkat dari Bapak Ustadz.
Ubersos itu kependekan dari Buka bersama dan Bakti Sosial yang merupakan acara rutin setiap bulan Ramadhan yang diselenggarakan di SMA Negeri 6 Bogor.
Ada apa aja di Ubersos tahun ini?
Buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim, sambutan dan pemberian hadiah dari Sponsor Pocari Sweat, hiburan musik dari band lokal SMAN 6 Bogor; Crazy Saturday, Stand Up Comedy dari kak Jui dan ceramah singkat dari Bapak Ustadz.
Sambutan dan pembagian hadiah dari pihak Pocari Sweat
Penampilan Tim Saman SMA Negeri 6 Bogor
Pemberian santunan kepada anak yatim
Penampilan Crazy Saturday saat tampil sambil mengiringi buka puasa
Penampilan Crazy Saturday sebelum berbuka puasa
Pesantren 3 Hari
Apa maksudnya pesantren 3 hari? Kenapa harus Pesantren 3 hari? Kenapa bukan Pesantren Kilat? Ya ya ya, sebenernya sih kalo dari Sekolah namanya Pesantren kilat tapi kalau buat dijadiin judul postingan ini rasanya bakal lebih sensasional dan fantastis kalau judulnya "Pesantren 3 Hari". Kenapa harus dikasih judul Pesantren 3 hari? Ya karena pesantren 'buatan' nya itu cuma dilaksanakan selama 3 hari. ;D
Jadi, SMA Negeri 6 Bogor pada tanggal 30 Juli sampai 1 Agustus kemarin melaksanakan Pesantren Kilat atau kalau berdasarkan judul postingan ini namanya Pesantren 3 Hari. Acaranya nggak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada tilawah berjamaah di kelas, tes membaca al-qur'an, pemberian materi oleh pembimbing kelas, Materi tentang motivasi, Outbond, dll. Pokoknya...........Alhamdulillah yah, udah seru dapet ilmu lagi :)
Foto-foto Pesantren 3 Hari nya coming soon, okeeeeee!!! byeeeeee ;) *dadah2alamissuniverse*
Jadi, SMA Negeri 6 Bogor pada tanggal 30 Juli sampai 1 Agustus kemarin melaksanakan Pesantren Kilat atau kalau berdasarkan judul postingan ini namanya Pesantren 3 Hari. Acaranya nggak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ada tilawah berjamaah di kelas, tes membaca al-qur'an, pemberian materi oleh pembimbing kelas, Materi tentang motivasi, Outbond, dll. Pokoknya...........Alhamdulillah yah, udah seru dapet ilmu lagi :)
- Hari Pertama
- Hari Kedua
- Hari Ketiga
Foto-foto Pesantren 3 Hari nya coming soon, okeeeeee!!! byeeeeee ;) *dadah2alamissuniverse*
Langganan:
Postingan (Atom)







