Pages

Rabu, 30 Mei 2012

Memberantas Rasa Malas


Hati-hati Sobat, rasa malas adalah sejenis penyakit mental. Siapa pun yang dihinggapi rasa malas akan kacau kinerjanya dan ini jelas-jelas sangat merugikan. Rasa malas sesungguhnya menggambarkan hilangnya motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan, pengaruh malas ini cukup besar terhadap menurunnya produktivitas.
Misalnya, di usia 30 tahun harusnya seorang yang berpotensi menjadi penulis bisa menghasilkan ratusan cerpen dan puluhan buku, tapi karena dia malas menulis, juga selalu menunda-nunda “Besok aja deh!” akhirnya selama bertahun-tahun ia hanya dapat merampungkan 5 naskah, itu pun sudah girang sekali.
Menurut (Edy Zaqeus: 2008) Malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban, dll.
Karena malas, seseorang seringkali tidak produktif bahkan mengalami stag. Badan terasa lesu, semangat dan gairah menurun, ide pun tak mengalir. Akibatnya tidak ada kekuatan apapun yang membuat kita bisa bekerja. Kalau dibiarkan saja, penyakit malas ini akan semakin “kronis”.

Tips Memberantas Rasa Malas
1. Ganti “Kapan Selesainya?” dengan “Saya Mulai Sekarang!”
Apabila kita dihadapkan pada satu tugas besar atau proyek, sebaiknya JANGAN berpikir mengenai rumitnya tugas tersebut dan membayangkan kapan bisa diselesaikan. Sebaliknya, fokuslah pada pikiran positif dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan menyelesaikannya satu demi satu.
Katakan setiap kali kita bekerja: “Saya mulai sekarang”. Cara pandang ini akan menghindarkan diri dari perasaan terbebani, stress, dan kesulitan.
2.Ganti “Saya Harus” dengan “Saya Ingin”
Berpikir bahwa kita harus mengerjakan sesuatu secara otomatis akan mengundang perasaan terbebani dan kita menjadi malas mengerjakannya. Kita akan mencari seribu alasan untuk menghindari tugas tersebut. Satu tip yang bisa kita gunakan adalah mengganti “saya harus mengerjakannya” dengan “saya ingin mengerjakannya”.
Cara pikir seperti ini akan menghilangkan mental blok dengan menerima bahwa kita tidak harus melakukan pekerjaan yang kita tidak mau. Kita mau mengerjakan tugas karena memang kita ingin mengerjakannya, bukan karena paksaan pihak lain. Kita selalu punya pilihan dalam kehidupan ini. Tentunya pilihan sebaiknya dibuat dengan sadar dan tidak merugikan orang lain. Intinya adalah tidak ada seorang pun di dunia ini yang memaksa kita untuk melakukan sesuatu, melainkan karena kita menginginkannya.
3. Kita Bukan Manusia Sempurna
Berpikir bahwa kita harus menyelesaikan pekerjaan sesempurna mungkin akan membawa kita dalam kondisi mental tertekan. Akibatnya kita mungkin akan malas memulainya.kitaharus bisa menerima bahwa kita pun bisa berbuat salah dan tidak semua harus sempurna.
Berpikir bahwa pekerjaan harus diselesaikan secara sempurna akan membuat kita memandang pekerjaan tersebut dari hal yang besar dan rumit.
4. Mulailah Membuat Tujuan Tertulis
Orang yang malas biasanya tidak memiliki motivasi untuk berkembang ke arah kehidupan yang lebih baik. Sementara orang yang tidak memiliki motivasi biasanya tidak memiliki tujuan-tujuan hidup yang pantas dan layak untuk diraih. Dan orang yang tidak memiliki tujuan-tujuan hidup, biasanya sangat jarang bahkan mungkin tidak pernah menuliskan resolusi atau komitmen-komitmen pencapaian hidup. Di sinilah pangkal persoalannya.
Tanpa tujuan, resolusi, atau komitmen-komitmen pencapaian hidup, maka seseorang hanya bergerak secara naluriah dan sangat rentan diombang-ambingkan situasi di sekelilingnya. Posisi seperti ini membuatnya menjadi pasif, menunggu, tergantung pada situasi, dan cenderung menyerah pada nasib. Dalam keadaan seperti ini, tidak akan ada motivasi untuk meraih atau mencapai sesuatu. Tidak adanya sumber-sumber motivasi hidup menyebabkan kemalasan.
Supaya motivasi muncul, seseorang harus berani memutuskan tujuan- tujuan hidupnya. Menurut Andrias Harefa dalam bukunya Agenda Refleksi dan Tindakan Untuk Hidup Yang Lebih Baik (GPU, 2004), dia harus membuat komitmen atas apa saja yang ingin diselesaikan, dicapai, dimiliki, dilakukan, dan dinikmati (disingkat secamilanik).
Contoh komitmen; “Pada ulang tahun yang ke …. saya sudah harus menyelesaikan buku yang saya tulis, meraih promosi pekerjaan, mencapai gelar S-3, memiliki rumah dan mobil, melakukan sejumlah kunjungan ke mancanegara, dan menikmati kebahagiaan bersama keluarga.”
5. Mengasah Kemampuan dengan Pembelajaran Orang yang memiliki tujuan-tujuan hidup yang pasti, membuat resolusi dan komitmen-komitmen pencapaian biasanya memiliki motivasi tinggi. Tetapi tujuan yang samar-samar jelas tidak memberikan dampak motivasional yang signifikan. Nah, akan lebih baik lagi jika tujuan- tujuan dilengkapi dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti mencari cara-cara yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan- tujuan tersebut.
Kita juga perlu sekali mengasah kemampuan atau ketrampilan-ketrampilan supaya langkah-langkah yang diambil itu akan membawa kita pada pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Contoh: jika pada tahun yang sudah ditargetkan kita ingin menjadi konsultan, maka sejak sekarang aktivitas-aktivitas kita sudah harus difokuskan ke arah tujuan tersebut.
Kita harus terus mengasah kemampuan mendiagnosa masalah, menemukan penyebab, menganalisis, mengkomunikasikan gagasan, menawarkan solusi, dan memperbaiki kemampuan presentasi. Jika aktivitas-aktivitas pembelajaran itu dilakukan secara konsisten dan dengan komitmen sepenuhnya, maka kita telah berada di jalur yang benar. Aktivitas-aktivitas pembelajaran akan menempatkan kita pada posisi dan lingkungan yang dinamis. Kemampuan kita dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah juga akan meningkat.
Dengan sendirinya ini akan semakin memperkuat rasa percaya diri kita, menebalkan komitmen pencapaian tujuan, dan tentu saja menumbuhkan semangat. Sebaliknya, jika kita sama sekali menolak aktivitas-aktivitas pembelajaran, komitmen akan semakin melemah, semangat turun, dan kemalasan akan datang dengan cepat. Pada titik ini, tujuan-tujuan, resolusi atau komitmen yang sudah kita buat sudah tidak memiliki arti lagi. Sayang sekali.
6. Gabung dengan Pergaulan Dinamis
Para pemenang berkumpul dengan sesama pemenang, sementara para pecundang cenderung berkumpul dengan sesama pecundang. Ungkapan tersebut mengandung kebenaran. Sulit sekali bagi seorang pemalas untuk hidup di lingkungan para pemenang. Sulit bagi orang malas untuk berada secara nyaman di tengah-tengah orang yang sangat optimis, sibuk, giat bekerja, dan bersemangat mengejar prestasi. Demikian sebaliknya.
Sulit sekali bagi para high achiever untuk betah berlama- lama dengan para orang malas dan pesimistik. Situasi atau lingkungan di mana kita berada sungguh ada pengaruhnya. Orang yang mulai dihinggapi rasa malas sangat dianjurkan agar menjauhi mereka yang juga mulai diserang kebosanan, putus asa, rasa enggan, apalagi negative thinking. Sepintas, berkeluh kesah dengan mereka dengan orang-orang seperti itu dapat melegakan hati.
Ada semacam rasa pelepasan dari belenggu psikologis. Walau demikian, dalam situasimalas sedang menyerang, mendekati orang-orang yang sedang down sama sekali tidak menolong satu sama lain. Rasa malas dan kebuntuan justru bisa tambah menjadi-jadi. Ini bisa menjerumuskan masing-masing pihak pada pesimisme, keputusasaan, dan kemalasan total.
Jika rasa malas mulai menyerbu kita, jangan berlama-lama duduk berdiam diri. Cara paling ampuh menghilangkan kemalasan adalah bangkit berdiri dan menghampiri orang-orang yang sedang tekun dan bersemangat melakukan sesuatu. Dekati mereka yang sedang bekerja keras untuk meraih impian-impiannya.
Manusia-manusia optimis, self- motivated, punya ambisi, positive thinking, dan memiliki tujuan hidup pasti, umumnya memancarkan aura positif kepada apa pun dan siapa pun di sekelilingnya. Pancaran optimisme dan semangat itulah yang bisa menginspirasi orang lain, bahkan menularkan semangat yang sama sehingga orang lain jadi ikut tergerak.
7. Disiplin Diri
Ada sebuah ungkapan yang sangat dalam maknanya dari Andrie Wongso, Motivator No.1 Indonesia, yang bunyinya; “Jika kita lunak di dalam, maka dunia luar akan keras kepada kita. Tapi jika kita keras di dalam, maka dunia luar akan lunak kepada kita”.
Kata-kata mutiara yang luar biasa ini menegaskan, bahwa jika kita mau bersikap keras pada diri sendiri, dalam arti menempa rasa disiplin dalam berbagai hal, maka banyak hal akan bisa kita kerjakan dengan baik. Sikap keras pada diri sendiri atau disiplin itulah yang umumnya membawa kesuksesan bagi karir para olahragawan dan pekerja profesional yang memang menuntut sikap disiplin dalam banyak hal.
Bayangkan, bagaimana seorang atlet bisa menjadi juara jika dia tidak disiplin berlatih? Bagaimana mungkin ada pekerja profesional yang bagus karirnya jika dia sering mangkir atau bolos kerja? Sebaliknya, jika kita terlalu lunak atau memanjakan diri sendiri, memelihara kemalasan, mentolerir kinerja buruk, tidak merasa bersalah jika lalai atau gagal dalam tugas, maka dunia luar akan sangat tidak bersahabat.
Olahragawan yang manja pasti tidak akan pernah jadi juara. Seorang sales yang malas tidak akan pernah besar penjualannya. Seorang konsultan yang menolerir kinerja buruk pasti ditinggalkan kliennya. Dan pekerja yang tidak disiplin pasti mudah jadi sasaran PHK. Jika kita lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras pada kita.
Sobat, yuuk berantas rasa malas yang pasti sering menyergap diri kita! Semoga tips di atas dapat membantu… 

Membangkitkan Semangat Berorganisasi


Kita sebagai remaja selalu ingin menjadi pusat perhatian. Sebab dengan menjadi pusat perhatian kebutuhan aktualisasi diri kita, serasa telah terpenuhi. Demikian pula jika kita berada di lingkungan sekolah. Sering kali kita berlomba-lomba dengan segala cara untuk menarik banyak perhatian, salah satunya dengan menjadi idola remaja sekolah.
Untuk menjadi idola remaja sekolah dapat dilakukan beberapa cara, seperti memiliki prestasi akademik terbaik, menjaga penampilan menjadi yang tertampan atau tercantik di sekolah, atau dengan aktif mengikuti kegiatan sekolah. Salah satu kegiatan sekolah yang banyak memberikan manfaat bagi kita adalah kegiatan ekstra kurikuler.
Di setiap sekolah biasanya terdapat ekstrakurikuler, yaitu organisasi-organisasi yang mewadahi kegiatan para siswa. Penting gak sih keberadaan organisasi-organisasi itu, mengingat aktifitas belajar kita saja sudah terasa melelahkan?

Organisasi eksrtrakurikuler ini tentu saja ada manfaatnya. Kalau mubazir, mungkin sekolah sudah menutup kegiatan-kegiatan itu. Salah satu manfaat eksrtrakurikuler adalah wadah kita berlatih berorganisasi. Berorganisasi itu perlu lho...

Sebut saja namanya Andi, lulus kuliah dengan nilai yang membanggakan. Dengan nilai itu, ia mudah diterima kerja. Tapi masalah mulai muncul. Andi agak gagap dengan struktur organisasi perusahaan. Andi juga tidak terbiasa dengan perdebatan di rapat-rapat kerja. Maklum, selama kuliah dan sekolah, Andi tidak pernah mengikuti organisasi apa pun.

Lain lagi ceritanya dengan Heri. Nilainya memang biasa saja. Mungkin Heri bukan profile yang bagus untuk menggambarkan seorang mahasiswa yang punya kemampuan membagi waktu antara belajar dengan berorganisasi. Ya, Heri seorang organisatoris di kampusnya. Tapi, pengalaman organisasinya membawa manfaat. Saat wawancara kerja, ia sudah terbiasa mengungkapkan pikiran dan pendapatnya secara verbal di depan umum. Wawancara berjalan lancar dan mengesankan. Di dunia kerja, ia tidak canggung menghadapi struktur organisasi dan rapat-rapat kerja. Dan saat ia diangkat menjadi supervisor, ia mampu memimpin bawahannya dengan baik.

Ilustrasi di atas memang tidak mewakili seluruh orang yang pernah berorganisasi atau pun tidak. Ada juga orang yang tetap luwes walau pun tidak ikut organisasi di sekolah/kuliahnya. Ada juga orang yang masih canggungan walau punya pengalaman berorganisasi. Tapi ilustrasi di atas bisa menjelaskan bagaimana manfaat berorganisasi.

Nah, apa saja manfaat dari berorganisasi?

1. Menyalurkan Minat dan Bakat

Kalau kamu hobi olahraga, tidak ada salahnya kamu ikut organisasi keolahragaan. Juga kalau kamu suka dan bercita-cita menjadi peneliti, kamu bisa coba masuk Kelompok Ilmiah Remaja. Kalau kamu suka dengan dunia kerelawanan, kamu bisa ikut Palang Merah Remaja. Atau kalau kamu suka dengan alam bebas, kamu bisa ikut organisasi pecinta alam. Semua organisasi ini mewadahi minat dan bakat kamu. Tentu saja minat dan bakat yang ditampung adalah minat dan bakat yang positif. Ayo, coba gali, adakah minat dan bakat kamu yang sesuai dengan organisasi eksrtrakurikuler di sekolah?

Dan jangan lupa, setiap orang punya bakat masuk menjadi orang yang baik. Setiap orang punya minat untuk masuk surga. Rohani Islam siap menampung minat dan bakat kamu itu. Apa pun organisasi yang kamu ikuti di sekolah, pastikan kamu juga ikut Rohis.

2. Ajang Bersosialisasi

Gaul bukan berarti kamu suka jalan-jalan ke mal, cafe, atau tempat nongkrong lain. Kamu aktif di organisasi, bertemu dengan teman-teman se-ide dan se-perjuangan, suka berkumpul dengan mereka mencurahkan gagasan-gagasan yang hebat, maka kamu adalah anak gaul yang sejati.

Karena manusia itu makhluk sosial, maka kita membutuhkan manusia yang lain. Di organisasi lah kita bisa menemukan manusia yang "kita butuhkan". Mungkin manusia itu adalah orang yang bisa menjadi teladan kita, mungkin manusia itu adalah tempat curhat kita, atau manusia itu tempat kita meminjam uang. Apa pun kebutuhan itu, kita butuh manusia lain.

Alangkah indahnya kalau kawan-kawan tempat kita bersosialisasi adalah orang-orang yang sholeh atau orang-orang yang punya semangat menimba ilmu keislaman, seperti di Rohis. “Seseorang dapat dinilai dari kadar agama temannya, oleh karena itu hendaknya salah satu dari kalian meneliti dahulu siapa yang akan ia jadikan teman.” (HR. al Hakim)

3. Belajar Menjadi Pemimpin, Bekerjasama, dan Tanggung Jawab

Dalam organisasi, ada pembagian tugas. Tugas itu bisa sebagai pemimpin, atau sebagai bawahan. Bila kita ditunjuk menjadi pemimpin - entah itu ketua umum atau ketua departemen, kita akan mendapat pengalaman belajar memimpin yang sangat berharga dalam organisasi eksrtrakurikuler. Kita belajar mengatur manusia yang punya watak berbeda-beda. Memadukan mereka dengan berbagai wataknya untuk mencapai tujuan. Sebuah seni tersendiri. Bila kita sebagai bawahan, maka kita bisa belajar patuh dan menunaikan tugas dengan benar. Apa pun posisi kita, kita belajar bertanggung jawab atas peran yang telah ditentukan untuk kita.

Organisasi tentu membutuhkan kerjasama yang kompak. Kita belajar bagaimana bekerjasama, mencurahkan ide, dan menjalankan keputusan musyawarah dalam organisasi. Bila kita selama ini hanya mengenal kerjasama pada saat ujian, cobalah belajar kerjasama yang baik dalam organisasi.

4. Merangsang Kreatifitas

Tiap organisasi punya tujuan. Untuk mencapai tujuan, dibutuhkan kreatifitas dari para anggotanya. Selain itu, tugas yang diberikan pada kita pun butuh kreatifitas untuk menuntaskannya. Dalam organisasi lah kita belajar kreatifitas yang benar, bukan kreatifitas buruk seperti melakukan manuver mencontek yang jitu saat ujian.

5. Belajar Memiliki Visi, Misi, dan Perencanaan

Visi Misi? Apakah kita akan menjadi caleg? Yah... masa depan orang hanya Allah swt yang tahu. Tapi visi misi itu bukan cuma janji gombal para caleg. Setiap orang perlu memiliki visi misi dan perencanaan dalam hidupnya. Pernah membaca novel Ayat-Ayat Cinta? Di situ diceritakan bahwa sang tokoh, Fahri, memiliki perencanaan yang matang dalam hidup dan perencanaan itu dipetakan dengan apik dan ditempel di dinding kamarnya. Coba lah memiliki perencanaan dalam hidup, siapa tahu bisa bertemu gadis kaya orang Jerman di KRL Jabotabek.

Saat organisasi akan melakukan penggantian pengurus, biasanya calon ketua akan ditanya apa visi misinya. Penting untuk mengetahui visi misi sang calon, karena dari situ akan diketahui kemana organisasi akan di bawa bila calon itu terpilih. Selain itu juga bisa mengukur kecerdasan si calon.

Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Misi adalah langkah-langkah untuk mencapai visi.

Begitulah manfaat positif dari berorganisasi. Ada berbagai manfaat lain yang akan pembaca rasakan sendiri.

Tapi ingat, untuk bisa aktif mengikuti seluruh kegiatan eskul di sekolah, kita harus pintar-pintar membagi waktu agar pelajaran sekolah tidak terganggu. Sebab, bisa-bisa eskul justru menjadi kambing hitam atau alasan untuk malas mengikuti kegiatan eskul akibat letih. Untuk bisa tetap aktif, paling tidak harus mampu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh sehingga segala aktifitas bisa dilakukan dengan baik. “Kita juga dapat melakukan setiap tanggung jawab yang diberikan baik di kelas, maupun di luar kelas seperti tanggungjawab berorganisasi. Jangan sekali-kali menyalagunakan organisasi khususnya untuk kepentingan pribadi.

Tips jitu untuk membagi waktu berorganisasi dan belajar:
1. Bagi waktu
Buat jadwal kegiatan rutin. Misalnya, pada jam sekolah usahakan waktu belajar tidak terganggu oleh kegiatan organisasi.\
2. Posisi menentukan
Cari posisi diorganisasi yang tidak terlalu berat tugasnya dan pastinya sesuai dengan bidangmu.
3. Optimis berorganisasi
Ingatkan dirimu, kalau organisasi itu bukannya tidak penting. Ingat! Dengan berorganisasi kamu bisa terlatih untuk bersosialisasi dengan orang lain.
4. Ilmu oke, skill Organisasi Oke
Tamat sekolah, pastinya kamu tidak akan canggung lagi terhadap dunia keorganisasian, Seperti ketika kamu melanjutkan ke perguruan tinggi. 

Jumat, 20 April 2012

#PENDEKAR212

Upcoming Event:
PENDEKAR 212

@akhdannur pamflet

Acara #PENDEKAR212 merupakan annual event yang diselenggarakan oleh SMAN 6 Bogor dalam rangka memperingati Hari Kartini dan Hari Pendidikan yang dikemas menjadi satu acara dalam satu hari. Jika tidak ada alang merintang, #PENDEKAR212 tahun ini rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 27 April 2012. 

Ada Apa aja sih di #PENDEKAR212 tahun ini?
Yang paling spesial dan tentunya sangat dinanti-nanti pasti penampilan salah satu penyanyi solo wanita Indonesia yang lagi hits banget, Raisa Andriana! Bukan cuma Raisa aja. Musicmate, Hidden Message dan Unromantic juga ngga mau kalah! Mereka juga akan turut serta menghibur kita semua di acara #PENDEKAR212 tahun ini. 
Selain hiburan dan penampilan-penampilan, #PENDEKAR212 tahun ini juga akan dimeriahkan dengan beragam lomba yang diperuntukkan bagi seluruh Siswa SMAN 6 Bogor kecuali kelas XII. Lombanya Apa aja?

Nih :
  • Mini Drama               : Pada lomba ini, Setiap Kelompok terdiri dari satu kelas yang dipasangkan dengan satu kelas lainnya sesuai drawing yang telah dilakukan oleh panitia sebelumnya. Setiap kelompok diminta menampilkan sebuah mini drama berkaitan dengan hari kartini dan hari pendidikan di dua tahap seleksi. Kelompok yang lolos dari seleksi pertama maka akan melaju ke seleksi kedua atau seleksi tahap akhir dimana pada seleksi tersebut akan diumumkan pemenangnya.
  • Speech Contest         : Untuk lomba yang satu ini, ngga perlu dijelasin panjang lebar, kan? Yang jelas, sama seperti mini drama, setiap peserta speech contest harus melalui dua tahap seleksi. Peserta yang lolos dari seleksi pertama akan otomatis melaju ke seleksi tahap akhir atau seleksi penentuan juara.
  • Supersix Got Talent   : Lomba yang satu ini merupakan lomba pencarian bakat bagi seluruh siswa/i SMAN 6 Bogor. Setiap peserta, baik individu maupun kelompok, diperbolehkan menampilkan apapun bakat mereka. Sama seperti lomba-lomba lainnya, Supersix Got Talent terdiri dari dua tahap seleksi. Dimana pada seleksi kedua akan ditentukan siapa pemenangnya.
"Kalau gue alumni atau bukan anak SMAN 6 Bogor gimana caranya supaya bisa ikut serta?"
Tentu kalian ngga bisa ikut serta dalam ketiga jenis lomba diatas karena lomba-lomba itu hanya diperuntukkan bagi Siswa SMAN 6 Bogor. Tapi tenaaaaanngg, Kalian tetep bisa ikut menikmati hiburan dan penampilan-penampilan dari Raisa, Hidden Message dan Unromantic. Gimana caranya? Karena satu dan lain hal, kami pantitia #PENDEKAR212 tidak memperjual-belikan tiket untuk umum. Maka dari itu, kami hanya menyediakan 100 tiket GRATIS yang dibagi kedalam: 50 tiket gratis untuk para Alumni SMAN 6 Bogor dan 50 tiket gratis untuk umum. Dengan melalui serangkaian proses agar dapat memperoleh 50 tiket gratis untuk umum, akhirnya kami sudah memperoleh 50 nama yang berhasil mendapatkan tiket gratis #PENDEKAR212 (nama-nama pemenang selengkapnya cek disini). Congratss ya ditunggu loooohh :D 

So, tunggu Apa lagi? You won't regret!!!
Be There Guys :)



READY FOR #PENDEKAR212, gals?

APRIL, 27th 2012

@ SMA Negeri 6 Bogor

(Jalan Walet no. 13, Tanah Sareal, Bogor)

12.00 - end (noon) 

 

#PENDEKAR212 ?

Yep, ini adalah annual event yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 6 Bogor dengan tujuan memperingati hari Pendidikan dan Kartini. So, bisa pada nebak dong apa kepanjangan dari PENDEKAR212 ? 
bener banget, Pendidikan 2 Mei dan Kartini 21 April, itulah kepanjangannya. 

Kok bisa ada Raisa ?

Tahun ini panitia #PENDEKAR212 berhasil menghubungi Raisa untuk menjadi Guest Star di acara ini. Banyak sekali jatuh bangun panitia untuk mendapatkan Raisa, tapi karena optimisme panitia akhirnya kita pun bisa mendatangkan Raisa :D

Free Ticket ?

well, sebenarnya panitia memiliki 300 Tiket external. tapi menilik dari kebijakan sekolah, diputuskan bahwa 200 tiket ini akan disebar ke 20 SMA yang ada di Bogor. Sekolah mana aja yang dapet ? pokonya 10 SMA Negeri dan 10 SMA Swasta yang ada di Bogor. 100 Tiket lainnya adalah 50 untuk alumni dan 50 untuk UMUM. 

Nah, 50 untuk umumnya panitia lombakan melalui SMS. dan melalui proses panjang akhirnya panitia mendapatkan pemenangnya :D Selamat ya para pemenang. Nanti kita ketemu disana inget syarat2 yang harus di penuhi juga ya!! :D

untuk yang sudah mengirim sms tapi belom dapet, dan sekolah kamu ada di kawasan bogor. nah bisa berharap lagi nih, coba tanya ke OSIS sekolahannya. Soalnya, Kita para panitia akan menyebar 10 tiket GRATIS /sekolahan. Jadi 1 Sekolah dapet 10 tiket gratis lagi dari kita. nah, kl mau ikut acara ini coba deh tanya sama OSISnya ya :D

so guys, are you ready for #PENDEKAR212 ? indeed WE ARE! 

(SUMBER http://lastofexoticgirl.blogspot.com/)

Pemenang 50 Tiket Gratis #PENDEKAR212

CONGRATULATIONS!  
Panitia akhirnya mendapatkan 50 Pemenang Tiket Gratis acara #PENDEKAR212 + RAISA :D tentu mereka adalah orang-orang yang beruntung dan mengirim sms dgn cepat + format yang benar :D -le applause-
tapi sebelumnya panitia mau kasih info ttg #PENDEKAR212 + Syarat yang harus dibawa pada saat hari H.

#PENDEKAR212 
APRIL, 27th 2012 
Venue: SMA Negeri 6 Bogor 
Jalan Walet No. 13, Tanah Sareal, Bogor
Start : 12.00 - end (noon/siang)

Syarat yang harus dipenuhi : 
1. tunjukan SMS yang telah diberikan panitia #PENDEKAR212 disaat hari H. so, SMS yg kamu dapet dr panitia jgn di hapus ya :)
2. membawa TANDA PENGENAL (Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP), bagi kalian yang tidak membawa tanda pengenal saat hari H walaupun memiliki SMS dari panitia. kami anggap GUGUR!
3. TIDAK DIPERKENANKAN membawa ROKOK, PILOKS/alat-alat VANDALISME, GEAR/alat-alat ANARKISME. 


Okay sudah baca ? nah ini dia yang sudah ditunggu-tunggu . :D
Berikut adalah nama-nama 50 orang pertama yang telah mengirim sms dengan format yang benar sesuai ketentuan Panitia.


1.Rizki Fajar SatrioSMAN 3 Bogor
2.Rizki SatriowicakSMA Kesatuan
3.Ditha Fitrialdi PutriSMAN 10 Bogor
4.Raka Wahyu UtamaSMPN 8 Bogor
5.Osa Dyah AyuSMA Kesatuan
6.Yudhitia ImanandaSMPN 8 Bogor
7.Lolyta TamaraSMA Kornita
8.Willis Purnamasari A.SMAN 5 Bogor
9.Ria Cipta BagustaMts. Persis 60 Katapang
10.Budiani WidyaningrumSMPN 1 Cibinong
11.FebylasmiaSMA Kornita
12.Desy GitaSMAN 1 Ciampea
13.Alaena Medina H.SMAN 5 Bogor
14.Gelora Gustafa RahmanSMAN 2 Bogor
15.Shofiyah Fatin AfifahSMPN 1 Cibinong
16.Meilani PenarainiUnv. Pakuan
17.Nadya Dwi HariniSMAN 4 Bogor
18.Anisa NindyasariSMAN 4 Bogor
19.Prillia Lydia TamaraSMAN 9 Bogor
20.Eka Puspita NingrumSMA PGRI 3 Bogor
21.Kenanga Puspitasari SMAN 1 Bogor
22.Bella Shinta A. SMAN 4 Bogor
23.Ferry IrawanSMAN 3 Bogor
24.Bella Destyana A.SMAN 9 Bogor
25.Jenni Maria RenataSMA Kornita
26.Muhammad Syafi AsmarullahSMAN 1 Bogor
27.Jasmine Kashmira IzdiharSMAN 5 Bogor
28.Bania Pertiwi PutriSMPN 8 Bogor
29.Asri AgustinaSMKN 2 Cimahi
30.Linda Tresmi Unv. Pakuan
31.Aldhea DwidelindaSMPN 6 Bogor
32.Yessy WidyaSMAN 4 Bogor
33.Riesty YuniartiSMAN 9 Bogor
34.Ghena Lulu Eleza HakimSMAN 3 Bogor
35.Olivia FidoraUnv. Pakuan
36.Sally PutriSMPN 8 Bogor
37.Yudha Dwi NugrahaSMA Kosgoro
38.Deva Suryani SMA Pembangunan1
39.Yogi Arief PutraSMAN 2 Bogor
40.Anis Hazar KartikasariSMAN 5 Bogor
41.Nadia Talitha AlmiraSMA YPHB
42.Hijriyah ChaerunnisaSMPN 5 Bogor
43.Aulia MusikaSMA Budi Mulia 
44.Dwi Rizki Manggala PutraSMPN 12 Bogor
45.Alfred PratamaSMA Budi Mulia 
46.Nabilah RahmaliaSMP Taruna terpadu
47.Dwiva Anbiya TarunaSMAN 2 Cibinong
48.Nida Sabila Rafa SMAN 1 Bogor
49.Nur Siti FahrenaSMAN 4 Bogor
50.Ilham BuanaSMAN 2 Bogor

untuk para pemenang bisa ditunggu ya SMS dari panitia :) thanks ! 


Sincerely,
PANITIA #PENDEKAR212


Kamis, 05 April 2012

Kemampuan dalam Pengambilan Keputusan pada Remaja

Pengambilan keputusan merupakan bagian dari hidup manusia dalam menghadapi berbagai masalah untuk pemenuhan berbagai kebutuhan hidupnya, sehingga setiap individu membutuhkan pengambilan keputusan yang tepat. Pengambilan keputusan merupakan suatu proses dan berlangsung dalam suatu sistem, meskipun merupakan suatu keputusan yang sifatnya paling pribadi sekalipun. Pengambilan keputusan menjadi suatu hal yang biasa diambil atau dilakukan karena individu menghadapi berbagai permasalahan untuk dapat mempertahankan hidupnya.Pengambilan keputusan merupakan kunci kehidupan dan kegiatan yang paling penting dari semua kegiatan dalam menghadapi berbagai permasalahan untuk dapat mempertahankan hidup.

Perlu disadari pula bahwa agar dapat berhasil dalam upaya mengembangkan kemampuan untuk mengambil keputusan dibutuhkan kematangan pribadi. Semakin matang individu mengenali masalah yang selalu dihadapi dan semakin tepat individu tersebut memecahkan permasalahan tersebut, maka semakin besar kesuksesan yang diraih. Secara popular mengambil keputusan adalah memilih satu di antara sekian banyak alternatif. Suatu keputusan yang diambil dianggap “tepat” yaitu jika keputusan tersebut didasarkan pada sejumlah pertimbangan yang memperhatikan segala faktor, baik obyektif maupun subyektif.

Seiring pengambilan keputusan yang diambil, yang semula mungkin dianggap sepele tetapi memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan seseorang. Dibutuhkan banyak faktor sebagai pertimbangan agar keputusan yang diambil benar-benar tepat. Para remaja dalam memillih hanya berdasar ikut-ikutan teman, disuruh orang tua, didorong oleh orang lain, ataupun memilih sendiri tetapi buta dengan informasi yang dipilihnya. Kematangan pengambilan keputusan adalah suatu proses pilihan alternatif tindakan seseorang dalam cara yang efisien dalam situasi tertentu. Pengambilan keputusan yang bersifat rutin sehari-hari pun individu kadang-kadang hanya melakukan pilihan alternatif melalui judgment sederhana, padahal keputusan tersebut diperlukan suatu prosedur problem solving dengan tahapannya yang sistematis.

Setiap saat seorang remaja, pengambilan keputusan atau “Decision Making” akan berpengaruh terhadap hidupnya kelak maupun hidup orang lain. “Decision Making” dilakukan mulai hal yang sederhana, seperti memilih warna baju, memilih model pakaian, atau memilih menu makanan. Pengambilan keputusan juga dilakukan dalam hal-hal yang kompleks seperti memilih teman pergaulan, memilih calon suami/ istri sampai dalam hal pemilihan karier. Banyak sekali masalah yang dihadapi remaja dalam memutuskan sesuatu. Misalnya seorang siswa yang berminat untuk masuk jurusan IPS akan tetapi orang tua menilai jurusan IPA lebih bagus, di sinilah masalah yang sering dihadapi remaja, bagaimana keputusan yang paling baik untuk diambil.

Kemampuan remaja dalam mengambil keputusan memiliki konsekuensi yang sama dengan orang dewasa karena mempunyai dampak yang penting sesuai dengan resikonya. Budaya paternalisme kaum dewasa cenderung bersikap membatasi hak remaja dan menerapkan stigma pada remaja. Remaja tidak boleh diberi hak untuk mengatur tindakan mereka sendiri. Remaja lebih dipandang sebagai masalah dari pada sebagai sumber daya. Kaum dewasa ditempatkan pada kedudukan yang lebih tinggi yaitu selalu tahu dan benar. Itulah salah satu yang menyebabkan kurangnya rasa percaya diri pada remaja dalam mengambil keputusan.

Remaja mampu mengontrol perilaku dan emosinya akan cepat lepas dari krisis jati diri dalam mencari dan mengembangkan identitas dirinya. Remaja tersebut akan lebih mampu mengevaluasi dan menyesuaikan perilaku dirinya dengan orang lain. Usaha pengembangan identitas diri ini tidak akan lepas dari perasaan harga diri. Harga diri merupakan bagian dari kepribadian yang akan mempengaruhi tingkah laku individu dalam kesehariannya. Harga diri bukan merupakan faktor bawaan namun merupakan faktor yang dapat dipelajari dan terbentuk sesuai pengalaman individu itu sendiri.

Harga diri adalah hasil evaluasi yang dibuat, dipertahankan, diperoleh dari interaksi dengan lingkungan, penerimaan, penghargaan, dan perlakuan orang lain terhadap individu tersebut. Harga diri dapat mengarahkan perilaku diri, jika harga dirinya tinggi maka perilakunya akan positif dan jika harga dirinya rendah maka perilaku yang tampak juga akan negatif. Seseorang kurang dapat mengaktualisasikan dan cenderung kurang percaya diri apabila memiliki harga diri yang rendah. Dengan demikian kematangan dalam menentukan suatu keputusan karier oleh remaja dibutuhkan harga diri yang mantap.

Secara potensial seorang siswa SMA memiliki kecerdasan tinggi, dan setelah diukurpun terungkap kemampuan mentalnya itu, tetapi mungkin saja ia merasa dirinya tidak akan mampu mengikuti pelajaran, dan tidak yakin apakah ia akan bisa menamatkan sekolah. Demikian juga dengan siswa berbakat musik, tetapi mungkin merasa dirinya tidak mampu berolah musik, karena tiadanya kesempatan untuk itu sehingga ia tidak tahu kalau dirinya berbakat. Kemungkinan lain adalah aktualisasi diri siswa itu di bidang musik tidak memperoleh perhatian atau penghargaan.

Remaja pada masanya berusaha untuk melepaskan diri dari orang tua dengan maksud untuk menemukan dirinya. Eriksson menamakan proses tersebut sebagai proses mencari identitas ego. Suatu masa pembentukan identitas, yaitu perkembangan ke arah individualitas yang mantap, aspek yang sangat penting dalam perkembangan diri sendiri. Debesse berpendapat bahwa remaja sebenarnya menonjolkan apa yang membedakan dirinya dari orang dewasa, yaitu originalitasnya dan bukan identitasnya. Istilah krisis originalitas mungkin lebih tepat dari pada krisis identitas. Usaha remaja untuk mencapai originalitasnya sekaligus menunjukkan pertentangan terhadap orang dewasa dan solidaritas terhadap teman sebaya. Prinsip emansipasi memungkinkan bahwa kedua arah gerak saling bertemu dalam usaha originalitas ini, sehingga timbul suatu jarak antar generasi dan suatu kultur pemuda.

Selain masa transisi banyak lagi sebutan untuk masa remaja sebagai masa yang akan di lewati dalam perjalanan hidup manusia. Ada yang menyebutnya masa pubertas atau masa penuh gejolak emosi. Sebutan-sebutan ini diberikan karena pada masa ini adalah masa remaja dalam pencarian jati diri sekaligus sebagai masa yang rawan dari pengaruh luar. Jika pandangan dan nilai orang tua berbeda dengan nilai teman sebaya maupun tokoh lain akan besar kemungkinan adanya konflik, sehingga remaja mengalami masalah. Masalah-masalah yang dihadapi remaja akan bertambah komplek apabila remaja tidak bisa memutuskan masalah mana yang menjadi prioritas pemecahannya.

Pemuda menunjukkan originalitas dan memanifestasikan dirinya sebagai kelompok muda dengan gayanya sendiri. Pengertian originalitas di sini tidak boleh diartikan secara individual. Mereka tidak individualistik maupun tidak kreatif, originalitas merupakan sifat khas pengelompokkan anak muda sebagai suatu keseluruhan. Pola interaksi yang dilakukan remaja dalam rangka mencari identitas dirinya secara tidak langsung mempengaruhi setiap keputusan yang diambil. Karena remaja lebih mempercayai teman dari pada diri sendiri maupun keluarga.

Teman sebaya merupakan suatu kelompok yang diharapkan oleh remaja sebagai sesuatu yang dapat membuat mereka nyaman. Bersama teman sebaya, remaja dapat bercerita atau “curhat” tanpa rasa canggung karena rata-rata mereka seusia. Situasi kelompok teman sebaya terdapat suatu bentuk pola interaksi yang memiliki derajat intensitas yang berbeda-beda pada setiap remaja dengan dua kutub yang berlawanan yaitu “sindrom penerimaan” dan “sindrom alienasi”. “Sindrom penerimaan” merupakan situasi menerima atau diterima dengan intensitas dan pengaruh yang kuat ke dalam kelompok, sedangkan “sindrom alienasi” memiliki pengertian yang sebaliknya.


(sumber: http://www.kesimpulan.com/2009/09/kemampuan-dalam-pengambilan-keputusan.html )

Senin, 02 April 2012

Cara Bung Karno Membangkitkan Nasionalisme

96a299cf1c31c8150e809d856d37562d_bung-karno-dan-mao-tse-tung-300x238
Banyak kalangan yang mengusulkan perlunya membangkitkan nasionalisme. Berbagai seminar, diskusi, penelitian, dan kegiatan dibuat untuk tujuan itu. Akan tetapi, seperti kita ketahui, sebagian besar proyek itu mengalami kegagalan.
Dahulu, di jaman pergerakan anti-kolonialisme, proses pembangkitan nasionalisme berhasil dilakukan. Maklum, pada jaman itu, rakyat kita berhadapan dengan musuh yang jelas dan penindasan yang juga sangat terang.
Namun, bukankah sekarang problem penjajahan juga terang. Para pengamat, juga politisi dan aktivis, ramai-ramai berbicara tentang penjajahan gaya baru. Bahkan mantan Presiden RI, BJ Habibie, pernah menyinggung istilah ‘VOC berbaju baru’. Ya, baju baru kolonialisme sekarang adalah Neoliberalisme.

Bung Karno, salah seorang motor pergerakan nasional jaman itu, ternyata punya rumus bagaimana membangkitkan nasionalisme itu. Sebab, tidak seperti di pikirkan banyak orang, membangkitkan nasionalisme jaman itu juga bukan perkara gampang; ini membangkitkan nasionalisme rakyat yang ratusan tahun tertidur.
Bung Karno pun mengajukan tiga rumus:
Pertama, menunjukkan kepada rakyat tentang masa lampau yang gemilang.
Kolonialisme membuat rakyat kita patah harapan. Tidak sedikit yang menganggap penjajahan sebagai sesuatu yang sudah ‘hukum alam’. Bahkan tidak sedikit pula yang percaya kolonialisme sebagai proyek ‘memberadabkan’ nusantara.
Karena itu, guna membangkitkan nasionalisme rakyat, Bung Karno berbicara tentang masa lampau yang gemilang. Ia berbicara tentang masa keemasan kerajaan-kerajaan nusantara, seperti Sriwijaya, Singasari, dan Majapahit.
Bung Karno berbicara tentang masa kejayaan nusantara yang diakui oleh bangsa-bangsa lain, seperti Tiongkok, Persia, dan Madagaskar. Namun, tidak sedikit yang mencibir sikap Bung Karno ini.
Banyak yang menuding Bung Karno hendak menghidupkan jaman feudal. Tan Malaka, misalnya, menganggap ‘pengingatan tentang masa lampau yang gemilang’ sebagai tindakan kolot dan sudah berkarat.
Namun, di mata Bung Karno, ‘pembangkitan masa lampau’ itu bukanlah menghidupkan jaman feudal, melainkan menunjukkan bahwa nusantara punya potensi berkembang menjadi bangsa modern. Hanya saja, proses itu diganggu dan dihentikan oleh kolonialisme, sehingga perkembangan positif itu terhenti.
Kedua, menyadarkan rakyat tentang keadaan sekarang ini (penjajahan) sebagai jaman kegelapan.
Dalam urusan bongkar-membongkar kejahatan kolonialisme, mungkin Bung Karno adalah salah seorang ahlinya. Ia banyak sekali menulis karya-karya yang mengupas imperialisme dan kejahatan-kejahatannya.
Di dalam tulisan-tulisan itu, Bung Karno menyertakan data-data untuk menyakinkan orang tentang realitas penindasan itu. Ia menulis, misalnya, berapa kekayaan alam Indonesia yang diangkut oleh kolonialis.
Bung Karno mengatakan: “kesengsaraan itu bukan ‘omong kosong’ atau ‘hasutan kaum penghasut’. Kesengsaraan itu adalah suatu kenyataan atau realitet yang gampang dibuktikan dengan angka-angka.
Bung Karno juga sangat pandai menggali istilah yang tepat untuk menggambarkan penderitan rakyat Indonesia. Salah satunya Bung Karno mengatakan: “rakyat Indonesia hidup segobang sehari (2,5 sen).”
Ketiga, memperlihatkan masa depan yang berseri-seri dan gemilang.
Nah, di sini ada sedikit masalah, sebab tidak ada orang yang bisa memastikan keadaan masa depan. Paling-paling, kata Bung Karno, orang hanya bisa memberikan gambaran-gambaran saja.
Kaum marxist pun, kata Bung Karno, akan kesulitan menggambarkan masyarakat sosialis secara seksama. Paling-paling, kata Bung Karno, orang marxist menggambarkan kecenderungan-kecenderungan masyarakat sosialis saja.
Karenanya, yang paling bisa dilakukan cuma menebarkan janji-janji: kemakmuran, keadilan sosial, demokrasi, kemajuan seni dan budaya, dan lain-lain. Namun, proses merealisasikan janji-janji itu memerlukan perjuangan.
Nah, rumus Bung Karno membangkitkan nasionalisme itu bisa diringkas sebagai berikut: “rakyat Indonesia yang dahulu begitu bersinar-sinar dan tinggi kebesarannya, meskipun sekarang sudah hampir menjadi bangkai, rakyat Indonesia itu pasti cukup kekuatan dan cukup kebisaan mendirikan gedung kebesaran pula kelak di kemudian hari, pasti bisa menaiki lagi ketinggian tingkat derajatnya yang sediakala, ya, melebihi lagi tingkat ketinggian itu!”
Bung Karno menunjukkan bahwa masa depan bangsa Indonesia adalah tata masyarakat adil dan makmur, yaitu sosialisme Indonesia. Akan tetapi, sebelum menuju ke sana, terlebih dahulu harus dihilangkan penghalang-penghalangnya: stelsel (sistem) yang menghisap kaum marhaen, yakni kolonialisme, imperialisme, dan kapitalisme. Pendek kata, nasionalisme ala Bung Karno, yang sering disebut sosio-nasionalisme, bercita-cita menjadikan sosialisme Indonesia sebagai “terminus ad quem” (titik yang dituju).
Dengan demikian, proyek nasionalisme Indonesia adalah proyek jangka panjang yang disertai perjuangan. Itulah yang membedakannya dengan proyek nasionalis sekarang: sebuah proyek jangka pendek, yakni sekedar ‘merek dagang’ politik untuk pesta demokrasi lima tahunan.
(Sumber: IRA KUSUMAH, Berdikari Online)