Pages

Senin, 02 April 2012

Menulis, Sebuah Proses

                                     Menulis, Sebuah Proses

Bagi banyak orang, menulis adalah aktivitas yang mengasyikkan. Terutama karena dengan menulis orang bisa berbagi gagasan, argumen, angan-angan, mimpi, bahkan perasaan. Mungkin kah kita salah satu yang menggemari aktivitas menulis karena alasan tersebut?

Berbagai media tersedia sebagai tempat berekspresi dalam bentuk tulisan. Personal web/blog tanpa biaya, social media, surat kabar, majalah, maupun dalam bentuk buku. Kita bisa memilih mana yang nyaman untuk kita menuangkan ide-ide maupun meluapkan perasaan. Pemilihan media untuk menulis seringkali berdasarkan pada niat awal menulis. Sejauh mana kita ingin menulis, siapa saja yang kita inginkan membaca tulisan kita, termasuk apakah kita ingin orang mengakui kita sebagai penulis yang sebenarnya.

Menulis untuk diri sendiri, tentu saja berbeda dengan menulis untuk ‘dikonsumsi’ orang lain. Ada kaidah-kaidah tertentu yang harus dipatuhi dalam membuat tulisan yang nantinya dipublish untuk umum. Terlebih bila dimaksudkan untuk tujuan komersil. Ada aturan penggunaan EYD, bobot dan genre tulisan, serta nilai jual yang harus diperhatikan.

Menulis juga butuh proses belajar. Bagi kita yang mengawali karir menulis dari nol, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk membuka jalan. Yang paling penting adalah menulis dan terus menulis, kemudian cukup percaya diri untuk membiarkan orang lain membaca dan menilai tulisan kita. Semakin banyak orang membaca, akan semakin banyak pula referensi tentang penerimaan mereka. 

Maraknya audisi buku antologi dan lomba menulis adalah kesempatan yang baik untuk mengukur kemampuan menulis kita. Bila kita terbiasa menulis suka-suka, maka mengikuti audisi/lomba akan memaksa kita belajar. Tema dasar, jumlah kata atau halaman, segmentasi, dan lain-lain aturan yang ditetapkan, akan membantu proses kreatif kita untuk menulis dengan batas. Di sinilah kita ditantang untuk menyesuaikan tulisan kita dengan selingkung yang ada. Ini akan sangat berguna, karena bila kita ingin menerbitkan buku, kita harus menyesuaikan naskah kita dengan selingkung penerbit yang kita tuju.
Menulis buku antologi memang mengasyikkan. Bukan hanya euforia sesaat ketika pengumuman, tapi beban naskah juga lebih ringan. Bahkan kita tak perlu bersusah-payah mengurusi proses terbit karena semuanya telah ditanggung penanggung jawab audisi/lomba tersebut. 

Meski begitu, proses belajar hendaknya tetap dilakukan. Kita harus bisa memilah dan memilih audisi/lomba yang mampu membuat kemampuan menulis kita lebih baik. Pilihlah yang berbobot. Hal paling mudah untuk menilai apakah sebuah audisi/lomba cukup berbobot adalah dengan melihat penyelenggaranya. Carilah informasi detail, terutama follow up penerbitannya. Mayorkah? Indie-kah?

Aneka audisi/lomba dengan tema dan genre berbeda akan semakin memperkaya tulisan kita. Tapi jangan terjebak. Ada baiknya proses belajar menulis kita tingkatkan levelnya. Misalnya antologi untuk 40 orang, kemudian naik menjadi 20 orang, 10, 5 lalu buku solo. Meski seringkali tidak signifikan dalam hal porsi naskah yang harus kita sumbangkan, toh target semacam ini akan melatih mengurangi beban kita sedikit demi sedikit. Kepuasan batin yang semakin naik, bisa menjelma menjadi semangat yang luar biasa untuk menulis buku solo.

Sembari menjajal kemampuan menulis dengan mengikuti aneka audisi/lomba, cobalah untuk mengenal dunia penulisan yang sebenarnya. Kenalilah dari sisi pembaca. Kenali pula karakter dan selingkung penerbit. Termasuk mencoba menganalisa pasar berdasarkan buku yang sedang trend dan lain sebagainya. Pengetahuan ini akan memudahkan kita bila ingin menerbitkan buku. Paling tidak, kita tahu medan pertempuran yang ingin kita menangkan.


Etyastari Soeharto


Manfaat Berorganisasi

Organisasi memiliki definisi koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencapai suatu maksud atau tujuan bersama melalui pembagian kerja atau tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawab.
Banyak banget manfaat yang diperoleh apabila kita aktif dalam suatu organisasi baik organisasi formal, informal dan sosial. Di bawah ini terdapat beberapa manfaat berorganisasi.

Teamwork

Organisasi adalah kesatuan dari berbagai orang yang bekerja untuk satu tujuan. Dari mulai brainstorming ide, rapat, nyusun anggaran, eksekusi kegiatan, sampai evaluasi, semua dipikirkan dan dikerjakan bersama-sama. Setiap anggota bagai roda mesin yang saling menggerakkan. Kalau salah satu macet, hasil akhirnya bisa tidak sesuai tujuan awal.

Sikap Mental Positif

Berorganisasi bikin kita sadar akan pentingnya sikap-sikap mental yang positif. Dengan segala tanggung jawab di organisasi, kita dilatih disiplin, jujur, berpikir kritis, dan mampu memanage waktu. Kita juga semakin terlatih untuk berani membuat suatu keputusan. Sikap-sikap ini akan terpakai di dunia kerja, sehingga memungkinkan karir kamu naik lebih cepat.

Berdiskusi dan Berbeda Pendapat

Karena di organisasi kita bekerja sama dengan banyak orang yang karakternya beda-beda, kita dituntut untuk mampu menghargai pendapat dan mau mendengar pendapat orang lain. Kita juga ‘dipaksa’ untuk berani mengemukakan pendapat lewat diskusi, baik itu dalam rapat, maupun kepada pihak-pihak yang lebih tua, seperti guru, kepala sekolah, atau rektor yang akan kita ajak kerja sama.

Belajar Manajemen Organisasi

Aktif di organisasi mengajarkan kita untuk bertindak sesuai prosedur dalam manajemen organisasi. Misalnya, tentang tata cara rapat, cara mengajukan proposal yang baik, termasuk step-step dalam mengerjakan sebuah proyek. Misalnya, kamu bergabung dalam OSIS dan akan mengadakan suatu kegiatan, maka kamu akan terlibat dalam acara tersebut dari sejak masih berupa ide mentah sampai saat hari H berlangsung.

Bersosialisasi

Pergaulan akan meluas, kita dapat banyak teman dari adik kelas, senior, pejabat sekolah/kampus, pihak sponsor, dan banyak kontak penting lainnya.
Ada beberapa tips-tips di bawah ini untuk tahu bagaimana caranya menjadi anggota yang baik, pengurus yang berdedikasi, dan pemimpin yang respected.

Jabatan : Anggota

Kalau kamu sudah terdaftar jadi anggota suatu organisasi, jadilah anggota yang aktif.
  • Selalu hadir dalam setiap undangan rapat dan aktif berpendapat dalam rapat tersebut. Siapkan ide banyak-banyak sebelum rapat dimulai.
  • Kerjakan setiap tugas yang diberikan kepadamu dengan maksimal, bahkan melebihi ekspektasi organisasi.
  • Setiap habis rapat atau kumpul, jangan langsung pulang. Sediakan waktu untuk ngobrol-ngobrol dengan sesama anggota atau pengurus.
  • Tunjukkan dedikasi kamu dengan sering memberi usulan (kritik dan saran) yang bisa memajukan organisasi.

WATCH OUT! Tantangan menjadi anggota organisasi :

  • Sebelum mutusin untuk masuk sebuah organisasi, kenali dulu baik-baik organisasi tersebut. Jangan memaksakan diri untuk masuk kalau tidak sesuai dengan kesukaan.
  • Supaya maksimal berorganisasi sekaligus sukses belajar, harus bisa bagi waktu dengan baik.
  • Sebuah kelompok dengan macam-macam karakter dan kepribadian pasti ada saja konfliknya. Jangan sampai terpengaruh kalau ada isu-isu yang memecah organisasi.

Jabatan : Pengurus

Apakah itu sekretaris, bendahara, seksi humas, atau wakil ketua, pengurus organisasi adalah orang-orang yang terpilih.
  • Berusahalah tampil beda dari kepengurusan tahun yang lalu. Jangan cuma copy-paste kalau disuruh untuk membuat proposal kegiatan tahunan. Kalau Himpunan Mahasiswa dari tahun ke tahun bikin acara musik pop, gimana kalau tahun ini kalian bikin malam orchestra. Ide-ide seger yang beda ini bikin kepengurusanmu punya cirri khas sendiri.
  • Jalani peran dan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh. Orang udah percaya bahwa kita mampu, kita harus bisa membuktikannya.
  • Adalah tugas pengurus to keep the organization alive. Rajin-rajin bikin kegiatan dan acara yang seru, untuk menambah semangat anggota dan mempersolid organisasi.
  • Jaga sikap karena kamu membawa nama baik organisasi. Kamu juga harus bisa jadi teladan untuk para anggota.

WATCH OUT! Ngga gampang lho menjadi pengurus yang berdedikasi:

  • Betapa pun positifnya berorganisasi, kewajiban utama kita adalah belajar. Watch out, jangan sampai organisasi mengorbankan prestasimu. Kalau kamu merasa kewalahan, sebaiknya delegasikan sebagian tugasmu kepada orang lain atau junior-junior.
  • Sering menghabiskan waktu dengan sesama pengurus bisa menimbulkan kesan kamu tidak mau bergaul dengan orang lain selain pengurus. Hal seperti ini harus dihindari. Kalau gap antara pengurus dan anggota terlalu lebar, kalian akan dicap geng eksklusif yang nggak mau berbaur.

Jabatan : Pemimpin

Jabatan ketua atau pemimpin berhubungan erat sama kepercayaan.
  • Punya visi, misi, dan aksi yang jelas untuk kemajuan organisasi.
  • Sebagai pemimpin kita dituntut bekerja ekstra dan berbuat lebih.
  • A good leader harus bisa mengkoordinir anggotanya untuk mencapai tujuan bersama.
  • Berani membuat keputusan dengan cepat dan semoga tepat.
  • Selalu bersikap netral dalam setiap permasalahan dan mampu jadi pengasuh untuk bawahannya.
  • Kesalahan anak buah merupakan tanggung jawab pemimpin. Pemimpin harus bisa memberikan alasan kuat yang mendasari kesuksesan dan kegagalan anggota-anggotanya.

WATCH OUT! Are you a good leader?

  • Jadilah panutan dan teladan. Kalau kamu selalu tepat waktu , ‘anak buah’ tentu malu kalau sampai terlambat. Be an example by doing it the right now, jangan no action talk only aja!!
  • Seorang pemimpin yang baik harus mau jadi pengikut yang baik. Jangan hanya pintar ngomong, tapi juga peka mendengar. Tidak hanya hobi mengkritik, tapi juga bersedia meminta maaf ika salah.
  • Menjadi pemimpin bukan berarti kamu terbebani dengan semua perkara organisasi. Delegasikan tugas kepada orang yang kamu anggap mampu. Untuk itu kenali baik anggota-anggotamu. Jangan sampai kamu kasih tanggung jawab mendekor sama teman yang tidak mempunyai sense of art.
  • A good leader bukan cuma mencari sukses untuk dirinya, tapi juga membawa seluruh anggota sukses bersama-sama. Siapkan juga calon-calon pengganti kepengurusanmu dengan proses regenerasi.

Sabtu, 17 Maret 2012

5 Tips 'Me Time' Bagi Remaja

  
Jika kamu sebagai seorang Remaja tentunya memiliki beragam aktivitas sehar-hari. Namun ada kalanya merasa jenuh banget dengan aktivitas. Apalagi dengan kegiatan yang rutin (kayak gitu terus). Atau kegiatan kita tidak beraturan, sering ada kegiatan yang bentrok. Lalu mungkin muncul rasa jenih, masalahnya bagaimana mengatasi Rasa jenuh?
Ada istilah populer di kawula remana namanya Me TimeMe Time adalah sering diartikan waktu khusus bagi kita dimana kita bisa menyalurkan kepenatan, kreativitas, dan hal-hal lain yang berbau kita banget. waktu dimana kita memiliki saat yang tidak diganggu oleh kesibukan atau diganggu oleh orang lain.
Bagi Sebagian orang Me Time sangat penting dan berpengaruh untuk aktivitassehari-hari. Berikut adabeberapa tips agar kita memiliki Me time yang cukup sehingga siap menajalani hari dengan semangat dan sempurna.

1. Buat Manajemen Waktu yang baik

Memang terlihat sederhana (sepele) tetapi kalau kita terbiasa menulis dan menjadwal daftar kegiatan dalam sehari-hari, maka akan menjalani hari dengan teratur dan terencana. Sehingga alokasi waktu juga bisa lebih terlihat.

2. Tetapkan Reminder

Jika sudah membuat jadwal kegiatan maka selanjutnya adalah menyiapkan alat yang bisa mengingatkan. Mengapa perlu, kerena sebagian besar kita adakalanya pelupa. Misalnya dengan bantuan Handphone yang umunya sudah ada fasilitas Reminder. Jadi tinggal masukan data di Handphone (HP), nanti HP akan memberikan alarm secara otomatis. Fungsi pengingat adalah supaya kita mematuhi dengan jadwal yang kita buat sendiri.

3. Batasi waktu Me Time

Me Time memang penting, tetapi jika terlalu lama tidaklah baik. Jadwal yang lain mungkin akan molor dan rencana-renvana lain bisa jadi menjadi berantakan, tertunda atau gagal. Selain juga mungkin ada faktor Psikologis yang tidak baik jika waktu sendiri terlalu lama dan kurang bersosialisasi. Makanya perlu ada pembatasan.

4. Makan dan istirahat yang cukup

Hampir semua kegiatan terutama yang yang masih sekolah baik intra/ektra kurikuler di sekolah/kampus memerlukan tenaga. Tenaga bisa berupa Tenaga Fisik atau fikiran. Makanya perlu makan dan istirahat yang cukup supaya cukup energi untuk kegiatan selajutnya. Jadi kita tetap siap meskipun dalam sehari sangat sibuk, sehingga tidak ada waktu untuk Me Time.

5. Jangan Lupa Berdoa

Minta kepada Tuhan agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam menjalani hari-hari kita. Dan berdoa agar Tuhan senantias meridoi apa yang kita perbuat. Berdoa dan beribadah sesuai agama dan keyakina kita supaya dijauhakan dari hal-hal yang egatif ketika kita sedang Me Time.

Rabu, 14 Maret 2012

Follow Us On Twitter

Yeey!! Akhirnya MPK SMAN 6 Bogor punya twitter!! :)
Akun Twitter ini diharapkan kedepannya bisa jadi jembatan bagi siswa/siswi SMAN 6 Bogor yang ingin menyampaikan saran atau kritiknya entah tentang OSIS, MPK ataupun tentang Sekolah. Selain itu, akun ini juga diharapkan bisa menjadi media yang dapat merangkul seluruh Anggota, Alumni serta seluruh Warga SMAN 6 Bogor melalui informasi-informasi yang diberikan. Kemudian, diharapkan nantinya akun ini dapat menjadi wadah bagi Anggota MPK agar dapat berinteraksi dengan para Alumni yang pernah menjadi bagian dari MPK untuk dapat saling berbagi kisah/pengalaman demi MPK yang lebih baik kedepannya. Dan yang tidak kalah penting adalah akun ini dibuat untuk dapat menjadi Informan yang akan menginformasikan tentang rapat, acara atau kegiatan lainnya kepada seluruh Anggota MPK SMAN 6 Bogor. Ya, bisa dibilang sebagai Alternatif Jarkom yang biasanya melalui pesan singkat.

Yuk, mari buka akun twitter kita 

@MPKSMAN6BGR

dan langsung aja klik "follow"

~Selamat Bergabung~


Tahun Depan, Ujian Tulis SNMPTN Dihapus

                                            Suasana ujian tulis SNMPTN (Foto: Rifa/okezone) 


JAKARTA - Peningkatan kredibilitas Ujian Nasional (UN) mutlak dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), terutama dengan adanya rencana penghapusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur tertulis.

Hal ini disampaikan Dirjen Dikti Djoko Santoso ketika berbincang dengan okezone belum lama ini. Djoko menyebutkan, mulai tahun depan ada yang berbeda dengan pelaksanaan SNMPTN.

"Waktu pelaksanaan pasti tiap tahun berbeda. Namun, untuk tahun depan, jalur tulis SNMPTN sudah tidak ada lagi. Jadi penerimaan mahasiswa baru di PTN hanya melalui dua jalur, yakni SNMPTN jalur undangan dan jalur mandiri," kata Djoko di kantornya, Kemendikbud, Senayan, Jakarta Selatan.

Mengenai komposisi, lanjutnya, tetap sama dengan tahun ini. Artinya, SNMPTN memiliki peran dominan dibandingkan jalur mandiri.

"Komposisinya tetap 60-40 untuk jalur undangan dan mandiri. Kalau tahun ini 60 persen masih terbagi dua antara jalur undangan dan tertulis tapi mulai tahun depan, penerimaan mahasiswa baru melalui jalur seleksi nasional hanya berdasarkan nilai UN dan rapor," ujarnya menjelaskan.

Menurut Djoko, kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan fungsi UN dan integrasinya dengan perguruan tinggi. Dia menyebutkan, untuk mengaplikasikan kebijakan ini dibutuhkan UN dengan tingkat kredibilitas yang tinggi.

"Untuk itu, kami terus berupaya meningkatkan kredibilitas UN setiap tahunnya. Sehingga ketika kebijakan ini diterapkan, PTN tidak lagi meragukan UN sebagai salah satu syarat penerimaan mahasiswa baru," tutur Djoko.

Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengungkapkan, meski ujian tertulis ditiadakan, ujian keterampilan akan tetap dilaksanakan. "Untuk jurusan atau bidang studi yang menuntut adanya ujian praktik, ujian keterampilan akan tetap dilakukan," ujarnya.(rfa)
....................................................................................................................................................................


Sumber: (http://kampus.okezone.com/read/2012/03/12/373/591173/tahun-depan-ujian-tulis-snmptn-dihapus)

Selasa, 28 Februari 2012

Tanggal Istimewa 29 Februari

            
           Hari ini, Rabu (29/2/2012), merupakan hari istimewa dalam penanggalan Masehi. Keistimewaan itu terletak pada tanggalnya, 29 Februari. Tanggal ini hanya muncul satu kali dalam rentang empat tahun atau delapan tahun. Ini menandakan tahun 2012 adalah tahun kabisat. 
Cikal bakal kalender Masehi yang digunakan saat ini berasal dari kalender Julian yang diperkenalkan sejak masa Julius Caesar pada tahun 46 sebelum Masehi atas bantuan astronom asal Aleksandria, Sosigenes.
            Dalam kalender Julian, satu tahun didefinsikan sebagai waktu yang diperlukan Bumi untuk mengelilingi Matahari, yaitu selama 365,25 hari. Karena sulit dan tidak praktis mengubah tahun pada seperempat hari, maka satu tahun dibulatkan menjadi 365 hari.
”Tahun yang memiliki jumlah 365 hari disebut tahun basit atau tahun pendek,” kata ahli kalender dari Program Studi Astronomi, Institut Teknologi Bandung, Moedji Raharto, Selasa (28/2).
Sisa 0,25 hari digabung menjadi satu hari penuh yang ditambahkan pada Februari tahun keempat. Itulah sebabnya Februari yang biasanya hanya memiliki 28 hari setiap empat tahun menjadi 29 hari.
Penambahan satu hari pada tahun keempat inilah yang kemudian membuat setiap angka tahun yang habis dibagi empat disebut tahun kabisat atau tahun panjang karena memiliki 366 hari.

Tidak tepat
          Ternyata waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari tidak tepat 365,25 hari atau 365 hari 6 jam seperti yang ditetapkan dalam kalender Julian. Waktu yang tepat adalah 365,242199 hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik.
”Astronom pada masa itu belum bisa menentukan waktu revolusi Bumi hingga detail,” ujar Moedji.
Waktu Bumi mengelilingi Matahari ini didasarkan atas waktu yang ditempuh Matahari seolah-olah mengelilingi Bumi dari titik Aries hingga kembali ke titik Aries lagi. Ini disebut sebagai satu tahun tropis.
Matahari berada di titik Aries ditetapkan terjadi pada 21 Maret. Tanggal ini menjadi tanda datangnya musim semi di belahan Bumi utara atau tibanya musim gugur di belahan Bumi selatan.
Penghitungan yang tidak tepat ini membuat setiap satu tahun terjadi kekurangan 11 menit 14 detik. Dalam jangka pendek, kekurangan ini tidak menimbulkan masalah pada kalender yang digunakan. Namun, jika kalender digunakan hingga ribuan tahun, kekurangan ini menjadi sangat terasa.
Dalam 1.000 tahun, hari bergerak 7,8 hari lebih cepat dibandingkan semestinya. Ini ditandai dengan lebih cepatnya Matahari tiba di titik Aries dari hasil penghitungan dibandingkan kondisi sebenarnya.
Hal lain yang dirasakan akibat ketidaktepatan ini adalah musim semi yang datang lebih awal dari 21 Maret sesuai ketetapan.
          Majunya waktu ini juga memengaruhi berbagai kegiatan keagamaan yang tidak tepat, seperti dalam penentuan hari raya keagamaan yang memiliki aturan khusus. Ini sangat bertentangan dengan tujuan dibuatnya kalender, yaitu untuk menentukan waktu dilaksanakannya berbagai kegiatan keagamaan dan penanda musim.

Reformasi
          Kondisi ini membuat Paus Gregorius XIII pada 1582 Masehi membarui kalender Julian. Ketentuan tahun kabisat tidak hanya angka tahun yang habis dibagi 4, tetapi juga harus habis dibagi 400 untuk tahun abad (tahun yang merupakan kelipatan angka 100).
Ini membuat tahun 1800 atau 1900 yang dalam kalender Julian disebut tahun kabisat setelah ketentuan baru ini tidak lagi disebut tahun kabisat. Namun, tahun 1600 dan 2000 masih disebut tahun kabisat.
Ini akan membuat orang yang lahir pada 29 Februari, perayaan ulang tahunnya tidak hanya akan jatuh tepat empat tahun sekali, tetapi bisa juga delapan tahun sekali, seperti antara 29 Februari 2096 dan 29 Februari 2104. Hal ini karena tahun 2100 bukan tahun kabisat.
         Reformasi ini berhasil mengurangi kesalahan penghitungan kumulatif hari. ”Jika dalam kalender Julian terjadi kesalahan 78 hari dalam 10.000 tahun, setelah direformasi kesalahannya tinggal 3 hari dalam 10.000 tahun,” ungkap Moedji.
Selain mengeluarkan aturan baru tahun kabisat, Paus Gregorius XIII juga memotong 10 hari pada Oktober 1582. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kalender agar bersesuaian kembali dengan musim yang terjadi.
         Pemotongan ini membuat tanggal 4 Oktober 1582 langsung dilanjutkan dengan tanggal 15 Oktober 1582. Artinya, dalam sejarah kalender Masehi, tidak pernah ada tanggal 5 Oktober sampai 14 Oktober 1582.
        Penghapusan ini mirip dengan yang dilakukan Pemerintah Samoa dan Tokelau di Pasifik Selatan yang menghapus tanggal 30 Desember 2011 untuk menyesuaikan dengan waktu di Selandia Baru dan Australia. Penghapusan ini membuat 29 Desember di negara itu langsung dilanjutkan dengan tanggal 31 Desember 2011.
        Pembaruan yang dilakukan Paus Gregorius XIII ini membuat sistem penanggalan ini dinamakan kalender Gregorian. Meski demikian, sistem ini tidak langsung diterapkan di semua negara. Rusia, China, Yunani, ataupun Turki baru mengakomodasi kalander ini pada awal abad ke-20.

Belum pas
       Meski sudah dikoreksi, kalender Gregorian masih mengandung salah, yaitu tiga hari dalam 10.000 tahun. Kesalahan ini terjadi karena dalam satu tahun kalender Gregorian jumlah harinya masih 365,2425 hari. Ini berbeda sedikit dengan waktu dalam satu tahun tropis yang mencapai 365,242199 hari.
      Ketidaktepatan ini disebabkan adanya gerak presesi atau gerak sumbu rotasi Bumi sembari mengelilingi Matahari. Gerak presesi membuat posisi titik Aries bergeser 50,2 detik busur per tahun ke arah barat dari koordinat langit.
”Untuk membuat kalender dengan jumlah hari yang tepat dengan satu tahun tropis tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan, baik dari sisi kepraktisan kalender untuk digunakan maupun idealisme sistem kalender itu sendiri,” kata Moedji.

Selasa, 07 Februari 2012

"Supersix" Raih Gelar Supporter Terbaik

            Setelah berhasil melalui beberapa pertandingan dan melaju mulus ke babak selanjutnya, Langkah Tim Basket Putra SMAN 6 Bogor di ajang DBL kota Bogor akhirnya terhenti di babak semifinal. Tim Basket SMAN 6 Bogor kalah dengan skor 83-94 oleh Tim Basket SMAN 2 Bogor.
            Meskipun Supersix (sebutan supporter SMAN 6 Bogor) kelihatan bersemangat dengan terus meneriakkan yel-yel hingga akhir pertandingan, Kekecewaan tetap tampak di raut wajah Supersix, Sixers (sebutan tim basket SMAN 6 Bogor) dan Sparkling (sebutan untuk Tim Modern Dance SMAN 6 Bogor). Padahal tinggal selangkah lagi Tim Basket Putra SMAN 6 Bogor dapat maju ke babak final dan bahkan menjadi juara. Namun, Ternyata Tuhan punya rencananya sendiri.
            Kekecewaan Supersix, Sixers dan Sparkling pada akhirnya sedikit terobati berkat dinobatkannya Supersix sebagai Pemenang Pertama Supporter Award pada ajang DBL kota Bogor tersebut. Dengan demikian, berarti Supersix berhasil mempertahankan Gelar Supporter Terbaik yang juga diraih pada perhelatan DBL kota Bogor tahun sebelumnya.

Sumber: @semau_6ue

           Selamat Kepada Supersix yang berhasil menjadi Pemenang Pertama Supporter Award DBL Bogor tahun 2012! Tetap Unik, Solid, Kreatif, dan Positif! 
Dan Juga,
Terimakasih Kepada Tim Basket Putra&Putri SMAN 6 Bogor yang telah memperjuangkan yang terbaik
           Terimakasih Kepada Sparkling yang telah mempersembahkan yang terbaik
SELAMAT!