Pages

Jumat, 28 Oktober 2011

Kesan pertama 'ketua baru' pasca-sidang pleno

"TEGANG!! Ribet, was-was, OTAK RUNYEH. SPEACHLESS. ASAL NGOMONG.
(TAPI PENUH KEYAKINAN)"

kalimat di atas merupakan kalimat dari Akhdan setelah sekitar 10 menit pasca-sidang pleno. ya, bisa dimaklumin lah, masih schock mungkin, berdo'a aja Bu Saftani atau Bu Yanti ga liat kalimat dia.

kenapa?

bisa kita lihat, tulisannya ada yang capslock ada yang engga. okelah kalau maksudnya untuk menggambarkan perasaan ketua baru yang shock-nya banget banget banget banget banget. tapi, engga gitu juga kali ya, kalau mau capslock ya capslock aja semua, kalau ga mau di capslock yang ga di capslock semua. jadi alay ngeliatnya -,-

liat kan, ada dua kata yaitu, OTAK RUNYEH. apa maksudnya ya? bahasa sunda kah? bahasa gaul kah? bahasa citeureup kah? ciomas kah? sepertinya hanya dia dan Dia yang tahu. ckck. #PrayforAkhdan. mungkin suatu hari kata otak runyeh akan menjadi trendsetter melebihi sesuatu ya

baca sekali lagi, SPEACHLESS bukan speechless.. -,- oke, untuk yang ini dimaklumi aja, orang lagi shock emang otaknya suka runyeh, jadi susah bedain A dan E :p

diatas ada tulisan ASAL NGOMONG ya? ckck. asal ngomong aja bisa jadi ketua, apa lagi punya konsep ya? langsung jadi waka kesiswaan!

dari semua kata yang sang ketua baru itu tulis, hanya kalimat terakhir yang keren! "PENUH KEYAKINAN". biar bagaimanapun, keyakinan mampu meruntuhkan tembok berlin, dan menembus benteng konstantinopel #efekbelajarsejarah


mungkin ada yang mau mengatakan,
"ya terserah Akhdan lah, mau ngomong apaan aja, toh dia punya hak"
oke, saya akan jawab,
"terserah saya lah menanggapi kalimat Akhdan kaya gimana, toh saya punya hak"



Senin, 24 Oktober 2011

Sumpah Pemuda


Sumpah Pemuda merupakan bukti otentik bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 Bangsa Indonesia dilahirkan, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi kete...rtindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945.

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.


Sumpah Pemuda versi orisinal :
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan :
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


http://id.wikipedia.org/wiki/Sumpah_Pemuda

Minggu, 23 Oktober 2011

KOMITMEN PEMIMPIN MUDA INDONESIA


Kami pemimpin muda Indonesia / berkomitmen/
Mempersembahkan segenap kemampuan kami /
Demi kembalinya kehormatan bangsa /
bagi tegaknya kejayaan / kemuliaan/ dan terwujudnya cita-cita kemerdekaan/

Hari ini kami proklamirkan/ kepada bangsa yang kami cintai/
tiada yang melatarbelakangi kami /kecuali kejujuran dan ketulusan,/
tiada ambisi pribadi/apalagi hasrat kotor untuk menguasai./

Kami meyakini/ pemimpin bukanlah soal jabatan/ bukan soal posisi struktural/
Pemimpin adalah kapasitas/ komitmen/ kualitas diri/ dan tanggungjawab/
untuk melakukan perubahan/ bagi lingkungan masyarkat kami/
Secara sadar kami memilih/ dan berkomitmen/ untuk menjadi pemimpin/ dimanapun/ kapanpun/dan dalam kondisi apapun/

Inilah Komitmen Kami/ Para Pemimpin Muda Indonesia
Kami akan terus berkarya/ dan bekerjasama/ dalam mewujudkan cita-cita kami/
menjadi pemimpin yang adil/ dan berintegritas/
Untuk Kebangkitan Indonesia baru/ yang lebih kuat dan bermartabat/

Semoga Alloh meridoi komitmen kami

Atas nama
Pemimpin Muda Indonesia
Siswa-siswi SMA Negeri 6 Bogor
 
 

Bogor, 28 Oktober 2011


Model-Model Kepemimpinan


a. Tipe instruktif,
tipe ini ditandai dengan adanya komunikasi satu arah. Pemimpin membatasi peran bawahan dan menunjukkan kepada bawahan apa, kapan, di mana, bagaimana sesuatu tugas harus dilaksanakan. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata menjadi wewenang pemimpin, yang kemudian diumumkan kepada para bawahan. Pelaksanaan pekerjaan diawasi secara ketat oleh pemimpin.

Ciri-cirinya ;
  • Pemimpin memberikan pengarahan tinggi dan rendah dukungan.
  • Pemimpin memberikan batasan peranan bawahan.
  • Pemimpin memberitahukan bawahan tentang apa, bilamana, dimana, dan bagaimana   bawahan melaksanakan tugasnya.
  • Inisiatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata dilakuakn oleh pemimpin.
  • Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan diumumkan oleh pemimpin, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin

b. tipe konsultatif,
Kepemimpinan tipe ini masih memberikan instruksi yang cukup besar serta penetapan keputusan-keputusan dilakukan oleh pemimpin. Bedanya adalah bahwa tipe konsultatif ini menggunakan komunikasi dua arah dan memberikan suportif terhadap bawahan mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang keputusan yang diambil. Sementara bantuan ditingkatkan, pengawasan atas pelaksanaan keputusan tetap pada pemimpin.

Ciri-cirinya :
ü Pemimpin memberikan baik pengarahan maupun dukungan tinggi.
ü Pemimpin mengadakan komunikasi dua arah dan berusaha mendengarkan perasaan, gagasan, dan saran bawahan.
ü Pengawasan dan pengambilan keputusan tetap pada pemimpin. 


c. tipe partisipatif,
sebab kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seimbang antara pemimpin dan bawahan, pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Komunikasi dua arah makin bertambah frekuensinya, pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. Keikutsertaan bawahan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan makin banyak, sebab pemimpin berpendapat bahwa bawahan telah memiliki kecakapan dan pengetahuan yang cukup luas untuk menyelesaikan tugas.

Ciri-cirinya :

Ø Pemimpin memberikan dukungan tinggi dan sedikit/rendah pengarahan.
Ø Posisi kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dipegang secara berganti antara pemimpin dan bawahan.
Ø Komunikasi dua arah ditingkatkan.
Ø Pemimpin mendengarkan bawahan secara aktif.
Ø Tanggung jawab pemecahan masalah dan pengambilan keputusan sebagian besar pada bawahan.

d. tipe delegatif,

sebab pemimpin mendiskusikan masalah-masalah yrng dihadapi dengan para bawahan dan selanjutnya mendelegasikan pengambilan keputusan seluruhnya kepada bawahan. Selanjutnya menjadi hak bawahan untuk menentuykan bagaimana pekerjaan harus diselesaikan. Dengan demikian bawahan diperkenankan untuk menyelesaikan tugas-tugas sesuai dengan keputusannya sendiri sebab mereka telah dianggap memiliki kecakapan dan dapat dipercaya untuk memikul tanggung jawab untuk mengarahkan dan mengelola dirinya sendiri.

Ciri-cirinya :
Ø Pemimpin memberikan maupun pengarahan sedikit/rendah.
Ø Peminpin mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan sehingga tercapai kesepakatan tentang definisi masalah yang dihadapi.
Ø Pengambilan keputusan didelegasikan sepenuhnya kepada bawahan.

pemimpin transformasional



Jenis kepemimpinan apa yang anda inginkan di tengah situasi Indonesia yang masih serba terbelakang dan miskin prestasi, sampai-sampai bangsa Indonesia sulit mencari pemimpin yang ideal, bahkan Indonesia dikategorikan negara dengan krisis kepemimpinan.

Dalam artikel ini akan saya coba gambarkan karakteristik pemimpin yang dibutuhkan bangsa Indonesia untuk mengubah situasi kondisi yang ada sekarang, yaitu jenis kepemimpinan transformasional dan visioner. Dengan demikian bangsa Indonesia tidak akan salah pilih dalam menentukan pemimpinnya di tingkat nasional maupun daerah.

Kepemimpinan transformasional merupakan sebuah proses di mana para pemimpin dan pengikut saling menaikkan diri ketingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Para pemimpin transformasional mencoba menimbulkan kesadaran para pengikut dengan menyerukan cita-cita yang lebih tinggi dan nilai-niali moral seperti kemerdekaan, keadilan dan kemanusiaan, bukan didasarkan atas emosi seperti keserakahan, kecemburuan atau kebencian. Kepemimpinan transformasional berkaitan dengan nilai-nilai yang relevan bagi proses pertukaran (perubahan), seperti kejujuran, keadilan dan tanggung jawab yang justru nilai seperti ini hal yang sangat sulit ditemui di Indonesia.

Pemimpin-pemimpin di Indonesia sekarang lebih banyak sebagai pemimpin transaksional saja, dimana jenis kepemimpinan ini memotivasi para pengikut dengan mengarahkannya pada kepentingan diri pemimpin sendiri, misalnya para pemimpin politik melakukan upaya-upaya untuk memperoleh suara. Jenis pemimpin transaksional ini sangat banyak di Indonesia, hal ini bisa kita perhatikan pada saat menjelang PEMILU dimana rakyat dicekoki dengan berbagai janji setinggi langit agar pemimpin tersebut dipilih oleh rakyat, bahkan ada yang disertai dengan imabalan tertentu (money politic). Namun sungguh disayangkan ketika pemimpin tersebut terpilih ternyata sangat banyak janji ketika pemilu tidak bisa direalisasikan.

Seorang pemimpin transformasional dapat diukur dalam hubungannya dengan efek pemimpin tersebut terhadap para pengikutnya. Para pengikut seorang pemimpin transformasional merasa adanya kepercayaan, kekaguman, kesetiaan dan hormat terhadap pemimpin tersebut dan mereka termotivasi untuk melakukan lebih daripada yang awalnya diharapkan terhadap mereka.

Seorang pemimpin transormasional memotivasi para pengikut dengan membuat mereka lebih sadar mengenai pentingnya hasil-hasil pekerjaan, mendorong mereka untuk lebih mementingkan organisasi atau negara daripada kepentingan diri sendiri dan mengaktifkan (menstimulus) kebutuhan-kebutuhan mereka yang lebih tinggi.

Kepemimpinan transformasional mencakup tiga komponen, yaitu kharisma, stimulasi intelektual, dan perhatian yang diindividualisasi. Kharisma dapat didefinisikan sebagai sebuah proses dimana seorang pemimpin mempengaruhi para pengikut dengan menimbulkan emosi-emosi yang kuat dan identifikasi dengan pemimpin tersebut. Stimulasi intelektual adalah sebuah proses dimana para pemimpin meningkatkan kesadaran para pengikut terhadap masalah-masalah dan mempengaruhi para pengikut untuk memandang masalah-masalah dari prespektif yang baru. Perhatian yang diindividualisasi termasuk memberikan dukungan, membesarkan hati dan memberi pengalaman-pengalaman tentang pengembangan diri kepada pengikut.

http://ayobangkitindonesiaku.wordpress.com/2007/11/28/kepemimpinan-transformasional-dan-visioner/

Kepemimpinan dan Keprajuritan


Pada kesempatan kali ini, saya ingin mencoba membahas mengenai masalah kepemimpinan dan keprajuritan.

Ketahuilah saudaraku, seorang pemimpin memerlukan bantuan orang lain dalam merealisasi mimpi-mimpinya. Dia butuh adanya tim yang mendukung kinerjanya agar lebih optimal. Oleh karena itu, hubungan antara pemimpin dan timnya harus baik. Diantara mereka harus terdapat sebuah ikatan hati. Karena hanya dengan ikatan hati sesorang dapat menggerakan orang lain hingga batas maksimalnya. Karena seseorang tidak akan bisa memimpin orang lain dengan baik dan benar jika dia tidak mencintai orang lain tersebut karena Allah.

Seorang pemimpin harus bisa membuat timnya lebih baik dari dirinya. Dengan kata lain seorang qiyadah harus memiliki fungsi kaderisasi sehingga keberlangsungan roda lembaga dakwahnya bisa terus berputar. Bahkan hasil dari kaderisasinya harus bisa melebihi kompetensi dirinya sehingga kepengurusan selanjutnya bisa menjadi lebih baik dan terus lebih baik. Sedangkan seorang prajurit, haruslah memiliki ketaatan kepada sang pemimpin.

Khalifah Umar r.a. pernah berkata “Tiada Islam tanpa Jamaah,dan tiada Jamaah tanpa kepemimpinan dan tiada kepemimpinan tanpa ketaatan.”

Keislaman seorang bisa dikatakan belum sempurna apabila dia tidak taat kepada pemimpinnya. Islam itu berjamaah. Visi besarnya melahirkan peradaban yang shalih, bukan sekedar individu yang shalih saja.

Selama sang pemimpin berada dalam koridor syariat Islam, maka dia wajib ditaati oleh para timnya. Akan tetapi, bisa berubah menjadi tidak wajib (bahkan tidak boleh) ditaati, ketika dia tidak benar lagi dalam kepemimpinannya itu. Dan hal itulah yang akan menyebabkan Islam kembali tegak.
 

Sebagaimana perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq di awal pidatonya dari atas mimbar pertanggungjawaban: “Taatlah kalian kepadaku selama aku taat kepada Allah. Jika aku maksiat kepada-Nya maka tidak ada kewajiban atas kalian untuk taat kepadaku”

Ya, taat kita kepada pemimpin tidak mutlak. Hukumnya jadi tentatif sesuai si pemimpin tersebut. Namun, ketaatan kita kepada Allah dan Rasul-Nya itu mutlak. Seperti apapun perintahnya, sesulit apapun dilaksanakan, tetep harus memenuhinya.


Cerita lain, Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah ditanya, “Mengapa ketika kamu menjadi khalifah, Islam jadi hancur begini?”
Dengan tenang, sang khalifah pun berkata “Ketika abu bakar menjadi khalifah, umatnya itu saya. Ketika umar menjadi khalifah, umatnya itu saya. Ketika utsman menjadi khalifah, umatnya itu saya. Tetapi, ketika saya menjadi khalifah, umatnya itu kalian.”

Subhanallah!
Percakapan ini menggambarkan pentingnya menjadi jundi yang baik. Siapa yang meragukan individu Ali bin Abi Thalib? Rasulullah telah mengungkapkan banyak keutamaan beliau. Tetapi kenapa ketika beliau memimpin, kondisi umat Islam justru terperosok dalam jurang fitnah? Dari kisah di atas bisa disimpulkan bahwa sebaik apapun sang pemimpin, ketika yang dipimpin itu tidak baik maka itu tidak akan menambah baik organisasi tersebut.


Itulah sekiranya, adab-adab antara pemimpin dan prajurit. Semoga bermanfaat.
Allahu’alam wassalamu’alaykum wr wb 












http://rezaprimawanhudrita.wordpress.com/2010/02/26/jurnal-kepemimpinan-dan-keprajuritan/

Sabtu, 22 Oktober 2011

Debat Calon Ketua OSIS

Sabtu, 22 oktober 2011 pukul 10.00 merupakan hari yang masuk kedalam sejarah SMAN 6. kenapa? karena pada hari ini diadakan debat calon ketua OSIS periode selanjutnya.

mau tau gimana perasaan mereka setelah pengumuman yang mendadak, dan saat itu juga (kurang dari satu jam) langsung diintruksikan untuk berdebat?



Anisah Maryam
"tegang, ga tau apa-apa tadi tuh bakalan ada debat"

M. Sabill Hidayatullah 
"senang, karena melalui debat itu saya bisa mendapat ilmu, juga penilaian kawan2 terhadap diri saya. sehingga melalui debat itu saya bisa introspeksi diri"

Rahmat 
"1. seneng terus bersyukur. 2. galau and mendadak banget"

R. Khairunnisa
"Alhamdulillaah luar biasa tetap semangat Allahu Akbar!hahaha. hm deg-degan pas LDK-ny. itu aja sih selebihnya ya Alhamdulilah udah dipercaya"



Nb:
1. R. Khairunnisa tidak mengikuti debat calon ketua OSIS karena dia mengikuti lomba Bahasa Inggris du Universitas Pakuan.
2. Satu lagi calon ketua OSIS Hasan Shiddiq tidak membalas pesan singkatnya.